Bandung, ANTARA – Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas) berhasil mencetak sejarah dengan meluluskan angkatan profesi dokter pertamanya. Sebanyak 32 mahasiswa berhasil melewati Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan tingkat kelulusan mencapai 96,97 persen. Capaian ini merupakan prestasi luar biasa bagi fakultas yang tergolong masih muda.
Wakil Dekan I FK Unpas, Helmi Rosa Gunadi, menyatakan bahwa angka kelulusan setinggi ini jarang terjadi, bahkan di tingkat nasional. Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi tinggi dari seluruh sivitas akademika FK Unpas. Momen bersejarah ini berlangsung dalam acara Sumpah Profesi Dokter Gelombang I Tahun Akademik 2025-2026 di sebuah hotel di Bandung.
Angkatan perdana ini bukan hanya lulusan pertama, tetapi juga generasi yang menempuh pendidikan di tengah tantangan pandemi COVID-19. Ketangguhan mereka menjadi bukti bahwa FK Unpas mampu bersaing dengan fakultas kedokteran yang lebih mapan. Ini sekaligus menegaskan bahwa usia muda bukan halangan untuk berprestasi di bidang pendidikan kedokteran.
Advertisement
Advertisement
Keberhasilan FK Unpas dalam meluluskan 97 persen dokter baru dari angkatan pertamanya menjadi sorotan. Angka kelulusan ini melampaui rata-rata nasional dan menunjukkan kualitas pendidikan yang tinggi di FK Unpas. Para mahasiswa ini telah menunjukkan ketangguhan luar biasa selama menjalani studi.
Helmi Rosa Gunadi menekankan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras kolektif. "Ini hasil kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah seluruh sivitas akademika FK Unpas," ujarnya. Dedikasi ini terbukti mampu menghasilkan dokter-dokter berkualitas.
Lulusan angkatan pertama ini memiliki kisah unik karena harus beradaptasi dengan kondisi pandemi COVID-19. Mereka adalah simbol daya juang dan ketahanan. Ini membuktikan bahwa FK Unpas mampu menghasilkan tenaga medis yang kompeten dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Advertisement
Dalam acara sumpah profesi, tiga lulusan terbaik juga diumumkan. Mereka adalah dr. Feriannisa N.A. dengan IPK 3,90, dr. Salma Nurul dengan nilai CBT 90, dan dr. M. Luthfi R. dengan nilai OSCE 92,83. Prestasi individu ini melengkapi capaian kolektif yang membanggakan.
Advertisement
Dekan FK Unpas, Prof. Dr. Wiryawan Permadi, menyoroti orientasi pendidikan kedokteran di Unpas. Pendidikan di sini tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu medis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan empati. Hal ini menjadi nilai tambah bagi para calon dokter.
"Kami selalu menanamkan nilai bahwa adab harus didahulukan sebelum ilmu. Empati adalah inti dari profesi dokter," kata Wiryawan. Ia berharap para lulusan FK Unpas dapat memahami pasien secara manusiawi, bukan sekadar dari aspek klinisnya. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan dokter yang lebih holistik.
Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. Didi Turmudzi, menambahkan bahwa keberadaan FK Unpas sendiri adalah sebuah pencapaian monumental. Fakultas ini berdiri di tengah moratorium nasional pendirian fakultas kedokteran. "Keberadaan FK Unpas sendiri adalah instruksi Presiden. Jadi, kalian adalah bagian dari sejarah besar Pasundan dan bangsa ini," ujarnya.
Advertisement
Rektor Universitas Pasundan, Prof. Dr. Azhar Affandi, berpesan agar para dokter baru tetap rendah hati dan berintegritas. "Profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan. Jadilah dokter yang berakhlak, terus belajar, dan siap melayani masyarakat," pesannya. Ia bahkan membuka peluang bagi lulusan terbaik untuk bergabung sebagai dosen muda.
Advertisement
Pengembangan FK Unpas tidak berhenti pada kelulusan angkatan pertama. FK Unpas kini juga memiliki Rumah Sakit Pasundan. Rumah sakit ini sedang dikembangkan untuk menjadi rumah sakit pendidikan unggulan nasional. Ini akan menjadi fasilitas pendukung penting bagi pendidikan kedokteran.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, memberikan apresiasi tinggi terhadap karakter lulusan baru FK Unpas. Ia optimistis bahwa mereka akan menjadi tenaga kesehatan berintegritas tinggi. Kontribusi mereka diharapkan signifikan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
"Saya melihat langsung, mereka bukan hanya cerdas tapi juga punya empati dan akhlak luar biasa. Inilah yang membedakan dokter Unpas dari yang lain," ungkap Vini. Pernyataan ini menegaskan kualitas unik yang dimiliki oleh lulusan FK Unpas.
Advertisement
Dengan fokus pada adab, empati, dan integritas, FK Unpas berkomitmen menghasilkan dokter yang tidak hanya kompeten secara medis. Mereka juga diharapkan menjadi pemimpin masa depan di dunia kesehatan yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.
Sumber: AntaraNews