Orlando Magic berhasil mencatatkan kemenangan penting atas juara bertahan Wilayah Timur, Boston Celtics, dalam laga pembuka NBA Cup. Pertandingan sengit ini berakhir dengan skor 123-110 di Kia Center, Orlando, pada Sabtu (8/11) WIB. Kemenangan ini menunjukkan kekuatan Magic di awal turnamen.
Franz Wagner dan Desmond Bane menjadi motor utama di balik performa impresif Magic sepanjang pertandingan. Kontribusi keduanya sangat vital dalam menjaga ritme serangan tim tuan rumah tetap stabil. Mereka berdua sukses memimpin tim meraih kemenangan dramatis.
Hasil ini tidak hanya menjadi awal yang positif bagi Orlando Magic di NBA Cup. Namun juga mengirimkan pesan kuat kepada tim-tim lain mengenai potensi mereka. Kemenangan ini juga sekaligus menjadi modal berharga untuk pertandingan selanjutnya.
Advertisement
Advertisement
Franz Wagner tampil sangat eksplosif dengan torehan 27 poin yang menjadi kontribusi terbesar. Sementara itu, Desmond Bane mencetak 22 poin dan menambahkan tujuh assist untuk menjaga aliran bola. Keduanya menjadi kombinasi mematikan bagi pertahanan Celtics.
Duet ini secara efektif mengendalikan permainan, terutama saat Magic melakukan laju krusial 17-4 di kuarter akhir. Laju tersebut memastikan Orlando Magic Tumbangkan Celtics dan mengunci kemenangan. Mereka berhasil meredam upaya kebangkitan tim tamu.
Kehadiran Wagner dan Bane di lapangan memberikan dimensi serangan yang beragam. Ini membuat pertahanan Boston Celtics kesulitan untuk mengantisipasi. Keduanya menunjukkan kematangan dalam mengambil keputusan di momen-momen penting.
Advertisement
Advertisement
Boston Celtics sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di pertengahan kuarter keempat. Jaylen Brown berhasil membawa Celtics unggul 96-95 melalui tembakan menengahnya. Momen ini sempat membuat publik tuan rumah khawatir.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Orlando Magic segera merespons dengan cepat. Desmond Bane, Franz Wagner, dan Wendell Carter Jr. membalas dengan rentetan tripoin. Hal ini membuat publik Kia Center kembali bergemuruh.
Meskipun Jaylen Brown tampil sebagai penampil terbaik Celtics dengan 32 poin, didukung Payton Pritchard (27 poin) dan Derrick White (16 poin, 10 assist), trio ini gagal mengimbangi efisiensi Magic. Orlando Magic menembak 50 persen dari permainan terbuka dan 47,2 persen dari garis tripoin. Akurasi tripoin Celtics hanya 35,1 persen dari 37 percobaan.
Advertisement
Advertisement
Orlando Magic memulai pertandingan dengan sangat agresif, langsung mencetak tiga tripoin beruntun melalui Wagner, Tristan da Silva, dan Anthony Black. Laju 20-2 ini membawa Magic unggul 16 poin di kuarter pertama, selisih terbesar mereka sepanjang laga. Momentum awal ini sangat krusial.
Momentum kuat di awal ini menjadi pondasi penting bagi Magic untuk mengontrol jalannya permainan. Meskipun Celtics sempat menyamakan kedudukan di babak kedua, Magic tetap mampu menjaga keunggulan. Kontribusi merata dari seluruh pemain menjadi kunci.
Paolo Banchero turut berperan penting dengan 15 poin dan sembilan rebound, sementara Wendell Carter Jr. menambahkan 18 poin dan lima rebound. Kontribusi ini memastikan keseimbangan antara permainan perimeter dan area dalam Magic berjalan efektif. Upaya Celtics untuk mengejar, termasuk 11 poin Anfernee Simons di awal kuarter keempat, tidak cukup untuk mengatasi performa efisien Magic.
Advertisement
Kedua tim dijadwalkan untuk kembali bertemu di arena yang sama pada Minggu (9/11) waktu setempat. Laga lanjutan ini diprediksi akan kembali berlangsung ketat. Penggemar basket tentu menantikan pertandingan ulang yang seru.
Sumber: AntaraNews