Tahukah Anda, Ikan Manggarai Barat Mati Hanya Sekali? DWP Mabar Gelar Pelatihan Olahan Ikan untuk Kemandirian Ekonomi

Anggota DWP Manggarai Barat ikuti pelatihan olahan ikan, memanfaatkan potensi lokal untuk kemandirian ekonomi keluarga. Simak bagaimana Pelatihan Olahan Ikan DWP Manggarai Barat ini membuka peluang usaha baru!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Ikan Manggarai Barat Mati Hanya Sekali? DWP Mabar Gelar Pelatihan Olahan Ikan untuk Kemandirian Ekonomi
Anggota DWP Manggarai Barat ikuti pelatihan olahan ikan, memanfaatkan potensi lokal untuk kemandirian ekonomi keluarga. Simak bagaimana Pelatihan Olahan Ikan DWP Manggarai Barat ini membuka peluang usaha baru! (AntaraNews)

Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini mengikuti pelatihan intensif. Pelatihan tersebut berfokus pada pengolahan pangan berbahan dasar ikan yang berlangsung di Labuan Bajo. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai dari tanggal 23 hingga 24 Oktober 2025, dengan partisipasi 40 utusan dari berbagai unit pelaksana DWP setempat.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian para anggota DWP serta mendorong kemandirian ekonomi keluarga mereka. Pemanfaatan potensi lokal, khususnya ikan segar dari perairan Manggarai Barat, menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan nilai tambah. Ketua DWP Manggarai Barat, Fatinci Reynilda Sodo, menekankan pentingnya mengolah sumber daya ini untuk pendapatan.

Selain praktik langsung pengolahan makanan, pelatihan ini juga dilengkapi dengan sosialisasi pengelolaan keuangan. Perwakilan dari salah satu bank swasta di Labuan Bajo turut hadir untuk memberikan materi. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat membekali peserta dengan keterampilan kuliner dan literasi finansial yang kuat.

Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Keluarga Melalui Olahan Ikan

Ketua DWP Manggarai Barat, Fatinci Reynilda Sodo, menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan sumber daya laut. Ikan dari perairan Manggarai Barat dikenal sangat segar, bahkan ia menyebut, "Ikan kita matinya hanya sekali, berbeda dengan tempat lain." Pernyataan ini menunjukkan kualitas unggul bahan baku yang tersedia secara melimpah.

Peluang usaha dari olahan pangan berbahan dasar ikan ini sangat terbuka lebar, terutama dengan status Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas (DPSP). Fatinci melihat potensi besar ini sebagai momen emas bagi para ibu Dharma Wanita. "Hotel, restoran, dan kapal wisata membutuhkan produk-produk olahan khas daerah, ini momen bagi ibu-ibu dharma wanita untuk memanfaatkannya,” ujarnya.

Oleh karena itu, pelatihan olahan ikan ini tidak hanya sekadar mengajarkan resep. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan strategi untuk menggerakkan roda perekonomian. Dengan membekali anggota DWP dengan keahlian baru, diharapkan mereka dapat menciptakan produk bernilai jual tinggi. Hal ini secara langsung akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat luas.

Enam Produk Unggulan dan Metode Pelatihan Praktis

Ketua Panitia Pelatihan Olahan Pangan, Katarina Baut, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi strategis DWP di bidang ekonomi. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Peserta diajarkan memproduksi olahan pangan yang baik, benar, dan sesuai standar kualitas yang ditetapkan.

Pelatihan ini secara spesifik berfokus pada pengolahan hasil laut menjadi enam produk unggulan. Produk-produk tersebut meliputi stik ikan, nuget ikan, pilus ikan, somay ikan, getas ikan, dan bolu-bolu guna keju. Ragam produk ini dipilih untuk memberikan variasi dan potensi pasar yang luas bagi para peserta.

Metode pelaksanaan pelatihan dilakukan secara tatap muka dengan pendekatan praktik langsung. Peserta diajak untuk secara aktif terlibat dalam setiap tahapan proses produksi. "Kegiatan pelatih olahan pangan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi para anggota DWP untuk lebih kreatif, mandiri, dan berperan aktif dalam menggerakkan roda perekonomian keluarga dan masyarakat Manggarai Barat," ungkap Katarina Baut.

Literasi Keuangan untuk Ketahanan Ekonomi

Selain sesi pelatihan kuliner yang intensif, kegiatan ini juga diperkaya dengan sosialisasi pengelolaan keuangan. Perwakilan dari salah satu bank swasta di Labuan Bajo turut hadir untuk memberikan materi. Sesi ini dirancang untuk mendorong literasi keuangan dan kemandirian finansial yang lebih baik di kalangan anggota DWP.

Pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan sangat krusial bagi para pelaku usaha, termasuk mereka yang baru memulai. Dengan bekal pengetahuan ini, peserta diharapkan dapat mengelola pendapatan dari usaha olahan ikan mereka secara efektif. Hal ini akan membantu dalam perencanaan keuangan jangka panjang dan pengembangan usaha.

Semangat kebersamaan menjadi kunci dalam pelaksanaan seluruh rangkaian acara ini. Para peserta diajak untuk memanfaatkan setiap momen pelatihan sebaik-baiknya. Tujuannya adalah untuk menimba ilmu dan pengalaman baru yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan kontribusi mereka terhadap komunitas. Inisiatif ini merupakan langkah konkret DWP dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi