Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban Kalsel) telah mengirimkan lima tim mahasiswa terbaiknya untuk berkompetisi dalam ajang bergengsi tingkat nasional. Mereka akan berlaga di Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) VII Tahun 2025. Ajang ini diselenggarakan di Politeknik Negeri Padang, Sumatera Barat, mulai tanggal 13 hingga 16 Oktober 2025 mendatang.
Keikutsertaan Poliban Kalsel dalam KMIPN 2025 ini merupakan wujud komitmen kampus dalam mengembangkan talenta digital mahasiswa. Para mahasiswa ini diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan juri dan peserta dari seluruh politeknik di Indonesia. Persiapan matang telah dilakukan demi meraih hasil optimal.
Direktur Poliban Kalsel, Joni Riadi, menyatakan optimismenya terhadap potensi para mahasiswa. Beliau yakin bahwa tim-tim yang dikirimkan dapat menorehkan prestasi membanggakan. Ini adalah kesempatan emas bagi putra-putri terbaik Poliban untuk mengharumkan nama kampus dan daerah di kancah nasional.
Advertisement
Advertisement
Optimisme Poliban dan Kategori Lomba yang Diikuti
Direktur Poliban Kalsel, Joni Riadi, di Banjarmasin, Rabu, menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan mahasiswa. "Kami optimistis para mahasiswa bisa membawa pulang prestasi di KMIPN 2025. Mereka adalah putra-putri terbaik yang sudah dipersiapkan dengan matang,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan dukungan penuh dari pimpinan kampus.
Pembimbing tim Poliban, Rahimi Fitri, menjelaskan bahwa Poliban mengikuti empat kategori lomba utama. Kategori tersebut meliputi E-Government, Keamanan Siber, Cipta Inovasi, dan Hackathon. Keempat kategori ini mencerminkan fokus Poliban dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Rahimi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang berhasil lolos seleksi. “Selamat kepada lima tim yang terpilih. Kalian sudah hebat karena membawa nama kampus dan Kota Banjarmasin ke tingkat nasional,” katanya. Ini menjadi motivasi penting bagi para peserta untuk memberikan yang terbaik.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Unggulan dari Mahasiswa Poliban
Tim pertama dari Poliban, bernama Ratikwara, berasal dari Program Studi D4 Sistem Informasi Kota Cerdas. Mereka berkompetisi di kategori E-Government dengan inovasi aplikasi Bebarasih. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam memilah sampah rumah tangga berbasis kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini sejalan dengan visi Kota Banjarmasin Barasih Wan Nyaman menuju Smart Green City, dengan slogan "Solusi Digital Penanganan Sampah dalam Satu Genggaman".
Selanjutnya, tim Makat-Xploit dari Program Studi D3 Teknik Informatika, di bawah bimbingan Dr. Kun Nursaiful Priyo Pamungkas, fokus pada bidang Keamanan Siber. Tim ini mengembangkan sistem keamanan digital yang krusial untuk mendukung transformasi digital. Mereka berupaya melindungi data dan infrastruktur digital pemerintahan serta masyarakat.
Tim ketiga, Bakajutan, juga dari Program Studi D3 Teknik Informatika, menampilkan aplikasi NAUKA di bidang Cipta Inovasi TIK. Dibimbing oleh Ahmad Yusuf, aplikasi ini berfungsi sebagai pendamping belajar bagi siswa yang akan menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Slogan mereka adalah "Dimulai dari Karya Anak Bangsa, Berakhir untuk Masa Depan Bangsa", menunjukkan semangat kontribusi nyata.
Advertisement
Kemudian, tim keempat bernama OneForAll dari Program Studi D3 Teknik Informatika berkompetisi di bidang Hackathon. Mereka membawa inovasi aplikasi DesaMerahPutih yang berfokus pada digitalisasi dan pemberdayaan masyarakat desa. Aplikasi ini bertujuan mewujudkan desa mandiri dan inklusif berbasis teknologi, sejalan dengan program pemerintah "Desa Kuat untuk Indonesia Hebat" dengan slogan "Denyut Nadi Digital untuk Jantung Desa".
Terakhir, tim kelima, Inggih Code, juga dari Program Studi D3 Teknik Informatika di bawah bimbingan Abdul Rozaq, mengusung aplikasi SINTARA (Sistem Inteligensi Stunting Anak Sehat Nusantara). Aplikasi ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) untuk membantu masyarakat melakukan deteksi dini stunting secara mandiri. "Slogan 'Jembatan Digital, Menurunkan Stunting, Menuju Indonesia Emas 2045' ini wujud nyata kontribusi mahasiswa Poliban terhadap isu nasional,” tambah Rahimi.
Advertisement
Harapan dan Kontribusi untuk Bangsa
Rahimi Fitri berharap seluruh tim Poliban dapat tampil maksimal dan membawa nama baik kampus di kancah nasional. Kompetisi ini bukan hanya ajang unjuk gigi, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan berkembang. Setiap tim telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mempersiapkan inovasi mereka.
“Jadikan kompetisi ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan mengharumkan nama Poliban,” pungkasnya. Pesan ini menekankan pentingnya semangat juang dan inovasi berkelanjutan dari para mahasiswa Poliban. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan positif bagi kemajuan bangsa melalui teknologi.
Sumber: AntaraNews
Advertisement