Menteri AHY Tinjau Proyek Pemecah Ombak Rp260 Miliar di Kuta: Cegah Abrasi, Jaga Alam dan Pariwisata Bali

Proyek senilai Rp260 miliar ini bertujuan mencegah abrasi pantai yang kian parah.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Menteri AHY Tinjau Proyek Pemecah Ombak Rp260 Miliar di Kuta: Cegah Abrasi, Jaga Alam dan Pariwisata Bali
Menteri AHY Tinjau Proyek Pemecah Ombak Rp260 Miliar di Kuta: Cegah Abrasi (merdeka.com)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau proyek pembangunan breakwater atau pemecah ombak di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Proyek senilai Rp260 miliar ini bertujuan mencegah abrasi pantai yang kian parah, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan sektor pariwisata Pulau Dewata.

“Anggaran yang dikeluarkan kurang lebih Rp260 miliar. Ini merupakan bagian dari kerja sama pinjaman dari JICA, dan dikerjakan bersama Adhi Karya serta seluruh elemen terkait,” ujar AHY saat meninjau lokasi proyek, Senin (13/10).

Breakwater tersebut akan dipasang tidak hanya di Pantai Kuta, tetapi juga diperluas hingga Pantai Legian dan Pantai Seminyak. Proyek ini ditargetkan selesai sesuai jadwal, meski terkendala pasang surut air laut.

“Saya dorong semua pihak menuntaskan proyek ini sesuai timeline. Tantangan utamanya adalah pasang surut. Masa kerja alat berat paling efektif dari pukul 06.00 hingga 09.00 pagi dan 18.00 hingga 21.00 WITA. Setelah itu, alat harus dipindahkan agar tidak tenggelam,” jelasnya.

Menurut AHY, proyek infrastruktur semacam ini memiliki nilai strategis bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam melindungi alam, mendukung ekonomi lokal, dan memperkuat sektor pariwisata Bali.

“Proyek seperti ini akan melindungi lingkungan kita, sekaligus memberikan dampak ekonomi dan pariwisata yang semakin maju,” katanya.

Menteri AHY Tinjau Proyek Pemecah Ombak Rp260 Miliar di Kuta Bali
Menteri AHY Tinjau Proyek Pemecah Ombak Rp260 Miliar di Kuta Bali merdeka.com

Fokus pada Wilayah Rentan Abrasi

AHY menegaskan, pemerintah akan terus memetakan wilayah-wilayah di Bali yang rawan abrasi. Pemetaan tersebut dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap daerah mendapat perhatian dan dukungan anggaran yang memadai.

“Anggaran harus dipersiapkan dengan baik karena proyek seperti ini tidak murah. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di Bali tak semata mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian alam yang menjadi kekuatan utama pulau tersebut.

“Bali adalah andalan Indonesia di sektor pariwisata. Jika terjadi abrasi atau bencana yang mengganggu aktivitas masyarakat, dampaknya akan sangat besar, termasuk pada UMKM dan ekonomi nasional,” tegas AHY.

Menteri AHY Tinjau Proyek Pemecah Ombak Rp260 Miliar di Kuta Bali
Menteri AHY Tinjau Proyek Pemecah Ombak Rp260 Miliar di Kuta Bali merdeka.com

Progres dan Metode Proyek

Hingga kini, progres proyek breakwater baru mencapai 18 persen. Meski masih awal, pekerjaan terus berjalan dengan memperhatikan keselamatan pekerja dan alat berat di tengah dinamika pasang surut air laut.

“Tadi baru 18 persen. Tapi ini terus bergerak, dan kita pastikan pekerjaan dilakukan dengan aman,” ujar AHY.

Pemilihan metode breakwater dipadukan dengan teknik sand nourishment (pengisian kembali pasir pantai). Kombinasi ini dinilai paling cocok untuk kondisi abrasi di Kuta yang sudah menggerus garis pantai sejauh 15–20 meter dalam 10 tahun terakhir.

“Pendekatan ini berdasarkan hasil riset. Bahkan pasir yang digunakan berasal dari daerah Jimbaran karena karakteristiknya paling mirip dengan pasir di Kuta,” ungkapnya.

Menurut AHY, pembangunan berbasis riset dan praktik terbaik (best practice) menjadi dasar dalam setiap proyek jangka panjang yang berorientasi pada keberlanjutan.

Rekomendasi