Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali secara resmi menyerahkan dana donasi gotong royong yang terkumpul dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Bali dan masyarakat. Bantuan ini disalurkan melalui Dompet Peduli Bencana kepada para korban banjir besar di Kabupaten Klungkung yang terjadi akibat cuaca ekstrem pada September lalu. Penyerahan donasi ini menjadi bukti nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.
Total donasi yang berhasil dihimpun dan disalurkan mencapai angka fantastis, yakni Rp533,6 juta. Dana tersebut merupakan akumulasi sumbangan dari berbagai pihak, menunjukkan respons cepat dan empati yang tinggi terhadap musibah yang menimpa warga Klungkung. Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata gotong royong.
Penyaluran bantuan ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga mencakup berbagai elemen masyarakat yang terdampak. Donasi ini diharapkan dapat meringankan beban serta membantu proses pemulihan bagi mereka yang kehilangan harta benda dan mata pencaharian akibat bencana alam tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Rincian Penyaluran Donasi dan Apresiasi Kinerja BPBD
Donasi sebesar Rp533,6 juta tersebut telah disalurkan kepada 22 warga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang dan berat akibat banjir. Selain itu, empat tempat ibadah yang terdampak bencana juga menerima bantuan untuk perbaikan. Sejumlah pelaku usaha dan nelayan yang mata pencariannya terganggu oleh banjir turut menjadi penerima manfaat dari donasi ini, menunjukkan cakupan bantuan yang komprehensif.
Menanggapi isu mengenai pungutan donasi dari ASN yang sempat ramai, Gede Teja menjelaskan bahwa dana gotong royong yang terkumpul tidak hanya disalurkan ke Klungkung. Bantuan serupa juga telah disalurkan kepada korban bencana di Denpasar, Tabanan, dan Jembrana, menegaskan transparansi dan pemerataan penyaluran bantuan.
Gede Teja secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada BPBD di setiap daerah, terutama BPBD Klungkung, atas kecepatan dan keakuratannya dalam mendata korban. “BPBD Klungkung ini luar biasa, mereka sigap turun ke lapangan, cepat melakukan pendataan, dan menyampaikan laporan secara akurat, tanpa data yang lengkap kami tidak bisa menyalurkan bantuan secara tepat sasaran,” ujar Gede Teja.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Mitigasi Bencana dan Kondisi Banjir Klungkung
Dalam kesempatan penyerahan bantuan donasi tersebut, BPBD Bali juga menekankan pentingnya mitigasi bencana di tengah fenomena cuaca yang tidak menentu. Cuaca ekstrem belakangan ini bahkan telah memicu banjir besar di luar musim hujan, menyoroti urgensi tindakan pencegahan. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat.
Untuk mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang, Gede Teja mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam upaya mitigasi. “Untuk antisipasi ke depan, mari kita bersihkan saluran got di depan rumah, gang, maupun jalur sungai agar saat hujan deras, air dapat mengalir lancar dan tidak menimbulkan banjir,” kata dia, menekankan peran aktif warga.
Bupati Klungkung, I Made Satria, yang turut hadir dalam acara tersebut, menambahkan bahwa bencana akibat cuaca ekstrem pada September lalu melanda hampir seluruh wilayah di Kabupaten Klungkung. Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari menjadi pemicu utama banjir yang meluas. Kondisi ini menyebabkan banyak kerugian materiil.
Advertisement
Bupati Satria juga mengungkapkan bahwa dampak paling parah terjadi di Banjar Pancingan, Desa Kusamba, di mana sebanyak 124 kepala keluarga harus mengungsi. Mereka terpaksa mencari perlindungan di balai banjar atau rumah kerabat terdekat, menunjukkan skala bencana yang cukup signifikan dan memerlukan penanganan cepat.
Sumber: AntaraNews