Fakta 2% Kuota: Wamen Veronica Tekankan Kolaborasi Multipihak Pemberdayaan Disabilitas

Wakil Menteri PPPA Veronica Tan soroti pentingnya Kolaborasi Multipihak Pemberdayaan Disabilitas, mengungkap tantangan penyediaan SDM terlatih meski ada kuota 2% di kementerian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta 2% Kuota: Wamen Veronica Tekankan Kolaborasi Multipihak Pemberdayaan Disabilitas
Wakil Menteri PPPA Veronica Tan soroti pentingnya Kolaborasi Multipihak Pemberdayaan Disabilitas, mengungkap tantangan penyediaan SDM terlatih meski ada kuota 2% di kementerian. (AntaraNews)

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, kembali menegaskan urgensi kolaborasi multipihak. Sinergi ini diperlukan untuk mengarahkan dan memberdayakan para penyandang disabilitas di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Veronica Tan saat membuka acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2025 yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu lalu. Acara ini menjadi momentum penting untuk membahas isu-isu terkait disabilitas.

Kolaborasi multipihak ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih inklusif. Ini juga akan memastikan penyandang disabilitas mendapatkan hak dan kesempatan yang setara di berbagai sektor kehidupan.

Veronica Tan menyoroti pentingnya sinergi antara berbagai kementerian dalam mendukung pemberdayaan disabilitas. Koordinasi yang kuat antar lembaga pemerintah menjadi kunci utama keberhasilan program-program inklusi.

Sebagai contoh, izin operasional klinik bagi penyandang disabilitas berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan. Sementara itu, aspek pendidikan diatur oleh Kementerian Pendidikan.

Untuk kebutuhan perlindungan, KemenPPPA dan Kementerian Sosial memiliki peran vital. "Bagaimana mensinergikan antara tiga kementerian. Di dalam klinik itu izinnya ada di (Kementerian) Kesehatan. Ketika (menyangkut) pendidikan, izinnya ada di (Kementerian) Pendidikan. Ketika masuk ke dalam kebutuhan pelindungan, ada di kementerian kami (KemenPPPA) dan juga ada di (Kementerian) Sosial," kata Veronica Tan.

Sinergi ini memastikan bahwa penyandang disabilitas mendapatkan dukungan komprehensif. Dukungan tersebut mencakup akses kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial secara terpadu.

Pemerintah telah berupaya menyediakan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas melalui kebijakan kuota. Kementerian-kementerian diwajibkan menyediakan 2% dari total formasi untuk penyandang disabilitas.

"Di kementerian juga ada 2 persen untuk memberikan wadah kepada para penyandang disabilitas yang sudah tentu punya kompetensi," ujar Veronica Tan. Namun, ia mengakui bahwa porsi ini masih belum memadai untuk memenuhi kebutuhan yang ada.

Oleh karena itu, peran sektor swasta menjadi sangat krusial dalam menyediakan lebih banyak kesempatan kerja. Namun, sektor swasta menghadapi tantangan tersendiri dalam merekrut penyandang disabilitas.

Veronica Tan menjelaskan, "Ketika kami mengumpulkan perusahaan-perusahaan, bagaimana bisa mengakomodasi para pekerja penyandang disabilitas, mereka selalu mengatakan, kita mau membuka peluang, tetapi di mana orangnya, di mana anak-anak atau yang memang sudah berkompetensi. Ada di mana?" Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan SDM disabilitas yang terlatih.

Special Kids Expo (SPEKIX) 2025 diselenggarakan di JICC, Jakarta, dengan mengusung tema "One Community in Harmony". Pameran ini menjadi platform penting untuk mempromosikan inklusi.

Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran dan aksi nyata bagi berbagai pihak. Ini termasuk keluarga anak berkebutuhan khusus, pemerintah, sektor swasta, dan seluruh lapisan masyarakat.

Melalui SPEKIX 2025, diharapkan tercipta ruang inklusi yang lebih adil dan merata bagi penyandang disabilitas. Pameran ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang potensi dan hak-hak mereka.

Inisiatif seperti SPEKIX 2025 sangat penting untuk mendorong dialog dan kolaborasi. Hal ini akan mempercepat terwujudnya masyarakat yang sepenuhnya mendukung pemberdayaan disabilitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi