Polisi masih terus mendalami aksi unjuk rasa berakhir ricuh pada Agustus lalu. Kini, aktor intelektual dan penyokong dana aksi anarkis sedang ditelusuri.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih bergerak di lapangan.
"Ada 15 Polda kita asistensi, dan saat ini tim juga masih terus berjalan terkait temuan-temuan yang ada di wilayah yang tadi kami sampaikan," kata dia kepada wartawan, Rabu (24/9).
Terkait sosok aktor intelektual, Djuhandhani belum berani bicara gamblang. Dia hanya menegaskan proses penyelidikan maupun penyidikan belum tuntas.
"Apakah sudah didapatkan mastermind? Semua tim, mohon izin kami laporkan masih proses berjalan. Karena kita ketahui bersama bahwa kejadian kerusuhan ini berjalan secara serentak, hampir di semua polda. Kemudian kami melaksanakan upaya-upaya terkait penegakan hukum di wilayah. Tentu saja ini sedang kita proses lebih lanjut," ucap dia.
Lebih lanjut, Djuhandhani mengatakan, sejumlah wilayah memang ditemukan indikasi adanya pihak yang memberikan uang kepada massa perusuh. Namun, kata dia, hal itu harus dibuktikan.
"Ada beberapa daerah yang memang didapati adanya pendana atau aliran dana yang saat ini masih proses pembuktian. Artinya proses pembuktian, bahwa memang didapatkan seseorang mengasih uang dan lain sebagainya, didapatkan dari mana, ini masih proses pembuktian," ucap dia.
Dia mengatakan, pembuktian dilakukan melalui proses yang scientific. Dalam hal ini, Polisi terus berkoordinasi dengan stekholder terkait seperti PPATK untuk menelusuri aliran-aliran dana ke perusuh.
"Saat ini sedang berproses. Untuk lebih jelas apakah ada Mastermind atau pendana yang lainnya, semua masih dalam proses. Sementara itu ya," ucap dia.
Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan penyidikan akan dilakukan secara simultan dan berbasis metode ilmiah.
"Scientific crime investigation menjadi komitmen dan konsisten dalam pengungkapan di Bareskrim polri dan jajaran," ungkap dia.