Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya baru-baru ini menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden menegaskan keinginan kuatnya agar seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui program Sekolah Rakyat yang disiapkan oleh pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Teddy saat meninjau program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 di Tangerang Selatan, Banten. Kunjungan ini dilakukan bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf pada Minggu, 19 Oktober. Mereka memastikan implementasi program berjalan optimal di Gedung BLK Kelurahan Jelupang.
Presiden Prabowo menginstruksikan agar program Sekolah Rakyat berdampak langsung kepada masyarakat penerima manfaat. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk mengintegrasikan program prioritas lain. Salah satunya adalah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat.
Advertisement
Advertisement
Seskab Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat serius dalam memastikan program Sekolah Rakyat berjalan optimal. Beliau ingin setiap anak di Indonesia mendapatkan haknya untuk bersekolah tanpa terkecuali. "Bapak Presiden ingin semua anak-anak Indonesia berhak dan dapat bersekolah melalui sekolah yang disiapkan pemerintah, dalam hal ini Sekolah Rakyat," kata Teddy Indra Wijaya.
Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pemerataan akses pendidikan di seluruh pelosok negeri. Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua lapisan masyarakat. Tujuannya agar mereka dapat mengakses pendidikan berkualitas.
Tidak hanya sekadar sekolah, program Sekolah Rakyat juga dirancang dengan dukungan komprehensif. Siswa akan diasramakan, mendapatkan tempat tinggal yang layak, serta jaminan makanan bergizi tiga kali sehari. Selain itu, camilan dan vitamin juga disediakan untuk menunjang kesehatan mereka.
Advertisement
Fasilitas penunjang lainnya seperti kamar mandi yang nyaman dan jaminan kesehatan juga menjadi prioritas. Orang tua siswa diberikan kesempatan untuk mengunjungi anak-anak mereka pada waktu yang telah ditentukan. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
Advertisement
Selain fokus pada pendidikan, pemerintah juga akan meluncurkan program stimulus ekonomi baru. Presiden Prabowo Subianto akan mengeluarkan bantuan stimulus ini mulai Oktober hingga Desember 2025. Bantuan ini ditujukan langsung kepada masyarakat di Desil 1 sampai 4.
Jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai 35-40 ribu keluarga, mencakup sekitar 140 juta jiwa penduduk. Bantuan langsung tunai ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat. Ini juga merupakan langkah pemerintah dalam mendukung kesejahteraan sosial secara luas.
Mensos Saifullah Yusuf menambahkan bahwa kunjungan ke Tangsel merupakan tindak lanjut dari laporannya kepada Presiden Prabowo. Ia melaporkan progres pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang telah berjalan. Meskipun menghadapi dinamika, operasional program ini dipastikan berjalan baik.
Advertisement
Sejak digulirkan pada Juli hingga September 2025, program Sekolah Rakyat telah aktif di 165 titik. Berikut adalah rincian titik Sekolah Rakyat yang telah aktif:
Advertisement
Mensos Saifullah Yusuf mengakui bahwa selama perjalanan program Sekolah Rakyat, banyak dinamika yang terjadi. Penyesuaian karakter siswa dan lingkungan sekolah menjadi tantangan utama. Bahkan, beberapa siswa dan tenaga pendidik sempat mengundurkan diri.
Namun, dinamika tersebut berhasil ditangani dengan baik oleh pihak penyelenggara. Proses adaptasi yang intensif selama dua minggu hingga satu bulan telah menciptakan pembiasaan positif. Kini, kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal.
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) memiliki struktur lengkap dengan kepala sekolah, guru, wali kelas, dan wali asrama. Mereka semua bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Pembelajaran dimulai dengan proses saling mengenal dan beradaptasi.
Advertisement
Harapan besar disematkan pada lulusan Sekolah Rakyat ini. Mensos Saifullah Yusuf berharap, saat lulus pada tahun 2028, mereka memiliki dua pilihan utama. Mereka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah atau memilih untuk langsung memasuki dunia kerja.
Sumber: AntaraNews