Trivia: Puluhan Grup Band Lokal Ramaikan Festival Phoria Banjarmasin 2025, Bangkitkan Geliat Ekonomi Kreatif

Festival Phoria Banjarmasin 2025 sukses menarik puluhan grup band lokal, menjadi ajang penting bagi kreativitas pemuda sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Puluhan Grup Band Lokal Ramaikan Festival Phoria Banjarmasin 2025, Bangkitkan Geliat Ekonomi Kreatif
Festival Phoria Banjarmasin 2025 sukses menarik puluhan grup band lokal, menjadi ajang penting bagi kreativitas pemuda sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif daerah. (Merdeka.com)

Puluhan grup band lokal dari berbagai genre dan usia turut memeriahkan Festival Phoria Band Competition Vol. 1, sebuah ajang kompetisi musik yang signifikan di Banjarmasin. Festival ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian perayaan akbar Hari Jadi Ke-499 Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang berlangsung pada tahun 2025.

Acara musik bergengsi ini diselenggarakan secara meriah selama satu minggu penuh, mulai dari tanggal 14 hingga 20 September 2025, bertempat di Panggung Siring Menara Pandang yang ikonik. Lokasi strategis ini dipilih untuk memberikan akses mudah bagi masyarakat dan peserta, sekaligus menampilkan keindahan kota.

Lebih dari sekadar panggung hiburan semata, Festival Phoria Banjarmasin dirancang dengan tujuan ganda. Kompetisi ini diharapkan mampu memantik geliat ekonomi kreatif di sektor musik dan seni, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah. Ini menjadi upaya nyata pemerintah kota dalam mendukung potensi lokal.

Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Kota Banjarmasin

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, secara tegas menyatakan bahwa Festival Phoria Banjarmasin 2025 memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar ajang hiburan. Beliau melihat acara ini sebagai katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di kota. "Festival ini adalah momentum penting bagi generasi muda kita untuk menyalurkan kreativitas," ucapnya, menekankan pentingnya wadah ekspresi bagi pemuda.

Wali Kota Yamin HR juga menggarisbawahi bagaimana kegiatan ini dapat memberikan dampak positif signifikan terhadap sektor pariwisata daerah. Dengan adanya festival berskala besar seperti ini, Banjarmasin diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dari dalam maupun luar daerah. Hal ini tentu akan memperkuat citra kota sebagai destinasi yang dinamis.

Beliau menyampaikan harapannya agar Festival Phoria dapat menjadi agenda budaya yang berkelanjutan dan membanggakan bagi kota. "Saya ingin Phoria Banjarmasin menjadi agenda berkelanjutan, bukan hanya seremonial sesaat," tambahnya. Visi ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan ikon hiburan kreatif yang konsisten dan memberikan kontribusi jangka panjang bagi Banjarmasin.

Kebangkitan Gairah Musik Lokal dan UMKM

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Fitriah, menyoroti peran krusial Festival Phoria Banjarmasin dalam membangkitkan kembali sub-sektor musik lokal. Menurutnya, festival ini adalah langkah konkret untuk menghidupkan semangat bermusik di kalangan band-band daerah. "Kami ingin menghidupkan kembali sub-sektor musik sekaligus memicu kolaborasi antarmusisi," jelas Fitriah, menunjukkan tujuan untuk membangun ekosistem musik yang lebih kuat.

Fitriah juga menekankan dampak ekonomi langsung yang dihasilkan oleh penyelenggaraan festival ini. Kegiatan tersebut memberikan keuntungan nyata bagi berbagai pihak terkait, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), studio musik, teknisi panggung, hingga vendor peralatan. Ini membuktikan adanya perputaran ekonomi yang signifikan di tingkat lokal.

Antusiasme peserta terhadap Festival Phoria 2025 terbilang sangat tinggi, dengan total 62 grup band yang mendaftar untuk berkompetisi. Dari jumlah tersebut, 25 grup band berasal dari kategori pelajar, menunjukkan potensi generasi muda. Sementara itu, 37 grup band lainnya berasal dari kategori umum, memperlihatkan keragaman talenta yang ada.

"Kompetisi ini tidak hanya memunculkan talenta baru, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri anak muda daerah ini untuk tampil di panggung lebih luas," kata Fitriah. Pernyataan ini menegaskan bahwa festival tersebut berhasil menciptakan wadah positif bagi pengembangan diri dan ekspresi artistik generasi muda Banjarmasin.

Misi Membangkitkan Kembali Gairah Bermusik "Banua"

Ketua Panitia Banjarmasin Phoria Band Competition Vol. 1, Ferdi Arisa, mengungkapkan misi utama yang melatarbelakangi penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, festival ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang lomba musik biasa, melainkan sebagai wadah strategis untuk membangkitkan kembali gairah bermusik di daerah yang akrab disapa "Banua" tersebut. Gairah bermusik di Banua sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Ferdi Arisa mengenang masa kejayaan festival musik di awal tahun 2000-an, ketika aktivitas studio musik sangat ramai dan semangat bermusik begitu hidup di kalangan musisi lokal. "Dulu awal 2000-an, festival musik sangat ramai dan mampu menghidupkan studio-studio musik. Sekarang kondisinya sepi," ujarnya, menggambarkan kontras kondisi saat ini dengan masa lalu.

Melalui Festival Phoria Banjarmasin, panitia memiliki komitmen kuat untuk menghidupkan kembali kreativitas musisi lokal dan menyediakan panggung yang layak bagi mereka untuk berkarya. "Kami ingin musisi Banua dan Kalimantan bisa bangkit," tegas Ferdi Arisa. Harapan ini mencerminkan dedikasi untuk mendukung dan mengembangkan ekosistem musik di wilayah tersebut, memberikan kesempatan bagi talenta-talenta baru untuk bersinar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi