Gubernur Bali, I Wayan Koster, meninjau langsung kondisi Pasar Kumbasari, Kota Denpasar, yang terdampak banjir besar akibat hujan deras sejak Selasa (9/9) hingga Rabu (10/9). Koster memastikan fokus utama pemerintah saat ini adalah menyelamatkan para pedagang pasar.
"Secara umum bisa diselamatkan. Masih ada empat orang yang belum ketemu, yang dua korban yang meninggal ditemukan di daerah Taman Pancing," kata Koster, Rabu.
Banjir tak hanya merusak pasar, tetapi juga menelan korban jiwa. Laporan sementara menyebutkan empat warga masih hilang terseret arus, sementara dua lainnya ditemukan meninggal dunia di kawasan Taman Pancing, Kecamatan Denpasar Selatan.
Advertisement
200 Pedagang Terdampak, Barang Dagangan Hanyut
Menurut Koster, ada sekitar 200 pedagang di Pasar Kumbasari. Saat banjir melanda, banyak barang dagangan hanyut dan sebagian lainnya rusak.
"Pedagang Pasar Kumbasari ada sekitar 200. Jadi karena barangnya sudah hanyut ada yang juga rusak. Maka akan diganti rugi. Berapa besarnya saya minta Pak Walikota menghitung semua," ujarnya.
Koster menegaskan, seluruh kerugian pedagang dan kerusakan bangunan akan mendapat ganti rugi. Dana akan ditanggung bersama melalui APBD Provinsi Bali dan Kota Denpasar.
"Kemudian ada bangunan yang roboh dan rusak akan direhabilitasi. Jadi semuanya akan diganti rugi. Sehingga demikian para pedagang nanti setelah situasinya kondusif itu bisa jalan lagi," lanjutnya.
Advertisement
Fokus Bersihkan Sampah dan Pulihkan Aktivitas Pasar
Koster juga menekankan pentingnya pembersihan sampah yang menumpuk di kawasan Pasar Kumbasari agar kondisi kembali rapi.
"Ketika kondusif tidak ada banjir lagi. Mudah-mudahan para pedagang bisa melakukan aktivitas lagi," ujarnya.
Koster menjelaskan, banjir di Denpasar dan Badung terjadi akibat curah hujan tinggi yang membuat Sungai Tukad Badung meluap. Sungai ini memiliki jalur panjang sehingga berisiko besar menimbulkan banjir.
"Ini kan hulunya jauh panjang di sungai Tukad Badung dan curah hujannya memang sangat tinggi dari kemarin, sehari dan lanjut lagi, iya tentu saja menimbulkan masalah banjir," jelasnya.
Terkait sampah yang menumpuk, ia menilai bisa berasal dari pedagang maupun masyarakat sekitar.
"(Banyaknya sampah), iya harus diselesaikan, saya minta tadi sudah sampah yang ada dibersihkan diangkut di tempatkan lokasi memungkinkan," katanya.
Namun Koster meminta agar publik tidak buru-buru menyimpulkan penyebab banjir hanya dari faktor sampah.
"Jangan buru-buru menyimpulkan faktornya banyak," ujarnya.
Advertisement
Banjir Melanda 43 Titik di Denpasar dan Badung
Koster menyebutkan banjir melanda 43 titik di Denpasar dan Kabupaten Badung. Wilayah terparah ada di Pasar Kumbasari dan Jalan Raya Pura Demak.
Selain itu, jebolnya pagar pembatas air di Sungai Badung juga memperparah banjir dengan meluapkan air dan sampah hingga ke Pasar Kumbasari.