Kasus kematian Nandi Juliawan, yang dikenal sebagai Encuy Preman Pensiun, masih menyimpan banyak tanda tanya.
Meskipun demikian, pihak kepolisian sementara menyimpulkan bahwa Encuy diduga meninggal akibat bunuh diri.
Dalam proses penyelidikan, Satreskrim Polres Garut telah menyita beberapa barang bukti, seperti sarung dan gantungan baju, dari lokasi kejadian.
"Yang diamankan sarung dan gantungan baju," ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin, saat dihubungi melalui telepon seluler pada Senin (8/9).
Menurut Joko, Tim Inafis Polres Garut telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari warga mengenai penemuan seorang pria yang tewas tergantung di rumahnya pada Sabtu malam (6/9/2025).
Tim tersebut melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menyimpulkan bahwa pria berusia 32 tahun ini tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan, melainkan diduga meninggal karena gantung diri.
"Enggak ada tanda-tanda kekerasan," jelas Joko.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun kesimpulan sementara adalah bunuh diri, pihaknya memerlukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian, namun keluarga menolak untuk melakukannya.
Saat ini, kepolisian belum dapat meminta keterangan lebih lanjut dari keluarga almarhum untuk mendapatkan informasi tambahan, termasuk apakah ada pesan terakhir sebelum kejadian.
"Sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan," tambahnya.
Kejadian tragis ini pertama kali diketahui oleh istri Encuy yang pulang kerja pada Sabtu (6/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Istri saksi melihat suaminya dalam keadaan tergantung menggunakan kain sarung di sebelah tangga di dalam rumah, dengan mengenakan pakaian lengkap.
Advertisement
Isi pesan
Sebelum Esa Lestari menemukan suaminya, Encuy, dalam keadaan tewas tergantung, ia mengungkapkan pesan terakhir yang diterimanya.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Esa menuliskan, "Chat terakhir, komunikasi terakhir, jam 9 malam aku nunggu-nunggu jemputan biasa aa jemput ke warung pulang kerja, a yaaAlloh aku bingung harus mulai hidup darimana."
Ia melanjutkan, "Syg kalo aja ngmng apa masalah yg ada dihidup kmu, saking km syg aku sama gendis sampe gamau melibatkan aku di masalah kamu."
Pesan tersebut menunjukkan betapa Esa peduli terhadap suaminya.
Dalam Insta Story yang sama, Esa juga menyebutkan bahwa Nandi meminta agar ibunya datang ke rumah karena ia merasakan sakit di bagian dadanya.
Nandi mengekspresikan perasaannya dengan berkata, "De ka simamah piwarang kabumi abi nyeri dada teu kuat." (Dek, tolong Mamah suruh ke rumah, saya tidak kuat sakit dada).
Setelah chat terakhir tersebut, tidak ada lagi komunikasi antara mereka. Esa merasa ada yang tidak beres ketika Encuy tidak datang menjemputnya di tempat jualan cireng.
Rasa khawatirnya semakin meningkat hingga akhirnya ia menemukan suaminya dalam keadaan tragis di rumah mereka.