Saharuddin Daeng Sarring, ayah dari Budi Haryadi, salah satu korban luka bakar insiden pembakaran kantor DPRD Kota Makassar, menyampaikan curahan hatinya kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Pertemuan ini berlangsung pada Jumat (5/9) di Makassar, Sulawesi Selatan, di tengah perjuangan Budi yang masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Primaya.
Saharuddin mengungkapkan kekhawatirannya mengenai masa depan Budi pasca-pemulihan, terutama terkait kebutuhan finansial keluarga. Budi Haryadi merupakan tulang punggung keluarga dengan dua anak yang masih kecil, membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah.
Insiden tragis yang menimpa Budi terjadi pada Jumat (29/8) malam, saat ia nekat melompat dari lantai atas gedung DPRD yang terbakar. Informasi awal yang menyebutkan Budi meninggal dunia di rumah sakit telah diklarifikasi sebagai kabar tidak benar, meskipun kondisinya masih sangat kritis.
Advertisement
Advertisement
Kondisi Terkini Budi Haryadi dan Harapan Keluarga
Saharuddin Daeng Sarring menjelaskan bahwa kondisi Budi Haryadi, korban pembakaran DPRD Makassar, belum sepenuhnya sadar meskipun menunjukkan peningkatan. "Kondisi belum sadar penuh, tapi sesekali ngomong dan tidak semua orang dia kenali," ujarnya. Bagian kepala Budi mengalami luka berat, sementara kondisi kaki dan badannya relatif baik.
Budi Haryadi diketahui bekerja sebagai Anggota Satpol PP yang diperbantukan di Kantor Kecamatan Tallo sejak tahun 2016 dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Untuk menopang kebutuhan keluarga, Budi juga mencari penghasilan tambahan sebagai pengemudi ojek daring (Ojol) Grab.
Ayah Budi sangat berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada korban dan keluarganya. "Kalau pengobatannya sampai saat ini masih dijamin BPJS Kesehatan. Tapi bagaimana biaya anak-anaknya yang masih kelas satu dan kelas empat SD ,serta biaya hidup nanti, walaupun dia masih tinggal bersama saya. Kami berharap ada dukungan," kata Saharuddin, menekankan pentingnya bantuan finansial jangka panjang.
Advertisement
Meskipun kondisi Budi belum sepenuhnya pulih, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan medis kepada Rumah Sakit Primaya. Hingga saat ini, belum ada rencana untuk merujuk Budi ke rumah sakit lain, dan keluarga terus memohon doa untuk kesembuhannya.
Advertisement
Tanggapan Pemerintah dan Data Korban Insiden
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang turut mengunjungi rumah duka korban lain, Rusdamdiansyah alias Dandi, menyampaikan komitmen pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh korban insiden pembakaran DPRD Makassar akan diberikan perlindungan dan jaminan sosial. "Sebagai tindak lanjut dari perhatian pemerintah, kita berikan santunan dan hal-hal lainnya yang diperlukan sebagai bagian perlindungan dan jaminan sosial," tutur Mensos.
Pemerintah telah mengalokasikan santunan sebesar Rp15 juta untuk masing-masing tiga korban meninggal dunia dan Rp5 juta bagi setiap korban luka. Selain itu, Mensos juga menyebutkan adanya program rehabilitasi dan pemberdayaan sosial untuk membantu para korban dan keluarganya bangkit kembali.
Berdasarkan data dari BPBD Makassar, insiden pembakaran Kantor DPRD Makassar mengakibatkan delapan korban. Tiga di antaranya meninggal dunia, yaitu Syaiful Akbar (Plt Kasi Kesra Kantor Kecamatan Ujung Tanah), Sarinawati, dan Muhammad Akbar Basri (staf Sekretariat DPRD Makassar). Sementara itu, lima korban lainnya mengalami luka berat dan sedang, termasuk Budi Haryadi.
Advertisement
Peristiwa pembakaran ini menjadi perhatian serius pemerintah, dengan upaya penanganan korban yang terus dilakukan. Pemerintah berupaya memastikan bahwa para korban mendapatkan perawatan yang memadai serta dukungan sosial yang diperlukan untuk pemulihan fisik dan mental mereka.
Sumber: AntaraNews