Bantahan Keras Eks Gubernur Lampung Arinal Rumah Digeledah & Aset Rp38 M Disita: Enggak Ada Itu

Hal itu dikatakannya usai keluar dari pemeriksaan tindak pidana khusus (tipidsus) Kejati Lampung pukul 01.06 Jumat (5/9).

Yosephin Suci Wulandari
Bantahan Keras Eks Gubernur Lampung Arinal Rumah Digeledah & Aset Rp38 M Disita: Enggak Ada Itu
Bantahan Keras Eks Gubernur Lampung Arinal Rumah Digeledah & Aset Rp38 M Disita: Enggak Ada Itu (Merdeka.com)

Mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi bantah aset miliknya disita oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dengan total perkiraan Rp38,5 Miliar dari kediamannya.

Hal itu dikatakannya usai keluar dari pemeriksaan tindak pidana khusus (tipidsus) Kejati Lampung pukul 01.06 Jumat (5/9).

"Aset apa?" tanyanya.

Ketika dipertegas terkait aset yang disita dengan nominal total Rp38,5 Miliar pun, Arinal pun tetap membantah adanya kasus yang penggeledahan di kediaman yang berada di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung.

"Enggak ada, Enggak ada, Enggak ada itu. Enggak ada penggeledahan," bantahnya.

Dugaan Kasus Korupsi

Arinal Djunaidi sendiri diperiksa oleh Kejati Lampung terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi terhadap pengelolaan dana Participating Interest 10% pada wilayah kerja Offshore South East Sumatera (WK OSES) senilai USD 17.286.000.

Dana tersebut dikelola oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui PT. Lampung Energi Berjaya (PT. LEB) sebagai anak perusahaan dari BUMD PT. Lampung Jasa Utama (PT. LJU) Provinsi Lampung.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung, Armen Wijaya mengatakan pihaknya telah melakukan penggeledahan dikediaman Arinal Djunaidi Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung Rabu (3/9).

"Dalam pelaksanaan penggeledahan Tim Penyidik telah melakukan pengamanan aset milik ARD dengan nominal total kurang lebih Rp 38.588.545.675," katanya di Kejati Lampung Kamis (4/9).

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil menyita kendaraan roda empat sebanyak 7 unit, logam mulia dengan total 645 gram.

"Uang tunai berupa mata uang asing dan rupiah dengan total Rp1.356.131.100, deposito dari beberapa Bank dan 29 SHM," ungkap Armen.

Rekomendasi