8 Korban Helikopter Jatuh di Kalsel Tiba di DVI Polda, Proses Evakuasi Dramatis

Delapan korban insiden helikopter jatuh di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, telah tiba di DVI Pos Mortem Polda Kalsel untuk identifikasi lebih lanjut. Bagaimana proses evakuasinya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
8 Korban Helikopter Jatuh di Kalsel Tiba di DVI Polda, Proses Evakuasi Dramatis
Delapan korban insiden helikopter jatuh di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, telah tiba di DVI Pos Mortem Polda Kalsel untuk identifikasi lebih lanjut. Bagaimana proses evakuasinya? (Merdeka.com)

Delapan korban insiden helikopter jatuh yang menggemparkan publik akhirnya tiba di DVI Pos Mortem Biddokkes Polda Kalimantan Selatan, Banjarmasin, pada Jumat dini hari, sekitar pukul 02.40 WITA. Kedatangan jenazah ini menandai babak baru dalam upaya identifikasi setelah proses evakuasi yang panjang dan menantang dari lokasi kejadian. Peristiwa ini menarik perhatian luas, baik dari media nasional maupun lokal, yang telah menanti di lokasi sejak beberapa waktu.

Proses pengangkutan para korban dari kawasan hutan pegunungan di Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, menuju Banjarmasin dilakukan dengan sangat hati-hati. Sebanyak enam unit ambulans dikerahkan untuk membawa delapan jasad tersebut, menunjukkan skala dan kompleksitas operasi yang dilakukan tim gabungan. Ambulans-ambulans ini tiba secara berurutan, memastikan penanganan yang tepat sesuai prosedur forensik.

Insiden helikopter jatuh ini telah menjadi sorotan utama, mengingat medan yang sulit dan tantangan dalam proses evakuasi. Kedatangan jenazah di DVI Pos Mortem Polda Kalsel menjadi langkah krusial untuk memastikan identifikasi yang akurat dan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga. Seluruh pihak terkait terus berkoordinasi untuk menyelesaikan seluruh tahapan penanganan korban.

Proses Evakuasi dan Kedatangan Jenazah

Kedatangan delapan jenazah korban helikopter jatuh di DVI Pos Mortem Biddokkes Polda Kalsel berlangsung dramatis. Dari enam ambulans yang tiba, lima di antaranya mengangkut kantong jenazah para korban, sementara satu ambulans berfungsi sebagai pengawal. Salah satu ambulans dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu dengan nomor polisi plat merah DA 9083 ZH bahkan membawa dua kantong jenazah sekaligus, menunjukkan efisiensi dalam proses pengangkutan.

Setiap ambulans memasuki area instalasi forensik DVI Pos Mortem secara bergantian dengan cara mundur. Prosedur ini diterapkan agar pintu belakang mobil dapat langsung berhadapan dengan ruang instalasi, mempercepat proses penurunan jenazah. Penurunan jenazah dari ambulans dilakukan dengan bantuan penuh dari rekanan Basarnas Kalsel dan personel Polda Kalsel, yang bekerja sigap di lapangan.

Suasana di sekitar DVI Pos Mortem dipenuhi oleh awak media dari berbagai platform, baik nasional maupun lokal, yang berjejer rapi menunggu untuk meliput momen penting ini. Mereka mengabadikan setiap detail kedatangan delapan jenazah korban helikopter yang telah menempuh perjalanan panjang dari Kabupaten Tanah Bumbu. Antusiasme media menunjukkan betapa besar perhatian publik terhadap insiden tragis ini.

Kronologi Penemuan dan Upaya Pencarian

Sebelum kedatangan jenazah, tim SAR gabungan telah bekerja keras menemukan bangkai helikopter dan mengevakuasi para korban. Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, sebelumnya menyatakan bahwa bangkai helikopter ditemukan di titik 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, tepatnya di kawasan hutan sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Rabu siang. Penemuan ini menjadi titik terang setelah beberapa hari pencarian intensif.

Proses evakuasi dimulai segera setelah penemuan bangkai helikopter. "Bangkai helikopter ditemukan sore tadi pukul 14.45 WITA. Satu korban sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal, sekitar 100 meter dari bangkai heli. Sedangkan tujuh lagi masih proses pencarian di bangkai helikopter," ujar Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses evakuasi dilakukan bertahap, dengan fokus utama pada keselamatan personel di lapangan.

Bangkai helikopter yang terbakar ditemukan sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Seluruh unsur SAR gabungan, termasuk Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan potensi SAR lainnya, bekerja sama secara sinergis di lapangan. Mereka juga mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat setempat, yang turut membantu dalam berbagai aspek operasional.

Basarnas berkomitmen untuk melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi hingga seluruh korban berhasil dievakuasi, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Dedikasi tim gabungan dalam menghadapi medan yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak menentu patut diacungi jempol. Upaya ini menunjukkan keseriusan negara dalam menangani setiap insiden yang melibatkan keselamatan warganya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi