Anak 11 Tahun Tewas Dalam Rumah di Jaksel, di Dekatnya Terkapar Pria Bersimbah Darah Diduga Pelaku Pembunuhan

Polisi menduga bahwa setelah membunuh bocah tersebut, pelaku berusaha untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Anak 11 Tahun Tewas Dalam Rumah di Jaksel, di Dekatnya Terkapar Pria Bersimbah Darah Diduga Pelaku Pembunuhan
Ilustrasi Garis Polisi. (Liputan6.com/Achmad Sudarno) (© 2025 Liputan6.com)

Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun ditemukan sudah tidak bernyawa di gudang lantai dua sebuah rumah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Ketika ditemukan, lehernya tampak tersayat oleh benda tajam. Selain bocah tersebut, terdapat seorang pria yang juga tergeletak bersimbah darah dan mengalami luka di lehernya.

Kejadian ini dilaporkan kepada Polsek Kebayoran Lama sekitar pukul empat pagi, tepat sebelum suara adzan subuh berkumandang. Tim kepolisian segera menuju lokasi kejadian.

"Kami langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Di dalam rumah, tepatnya di gudang lantai dua, kami menemukan seorang anak berusia 11 tahun yang telah meninggal dunia, dan diduga pelaku juga berada di samping korban," ungkap Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Harnas Prihandito, dalam keterangannya, Senin (1/9/2025).

Di dalam ruangan tersebut, polisi menemukan sebuah golok. Mereka menduga bahwa setelah membunuh bocah tersebut, pelaku berusaha mengakhiri hidupnya sendiri.

Tim kepolisian pun segera mengamankan terduga pelaku dan membawanya ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan medis.

"Karena memang kondisi terduga pelaku juga terluka. Dugaan sementara, luka di leher pelaku disebabkan oleh golok yang ditemukan di lokasi kejadian," jelasnya.

Sopir Keluarga

Belakangan terungkap bahwa pria tersebut adalah sopir yang mengantar bocah itu. "Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa terduga pelaku adalah sopir dari keluarga korban," jelasnya.

Namun, motif di balik kejadian ini masih belum jelas. Pihak kepolisian enggan berspekulasi lebih jauh. Keluarga korban juga belum dapat memberikan keterangan yang dibutuhkan.

"Kami akan menunggu waktu yang tepat untuk meminta keterangan dari keluarga korban. Rencananya, dalam waktu dekat, kami akan memanggil beberapa saksi yang berada di rumah tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ungkapnya.

"Kami baru bisa memulai pemanggilan saksi, jadi saat ini kami masih mendalami motif kejadian ini. Termasuk di antara orang-orang yang ada di lokasi kejadian. Kami berharap dalam waktu dekat dapat mengungkap motifnya," tambahnya.

Sementara itu, pelaku masih dirawat di rumah sakit. Setiap perkembangan mengenai kondisinya terus dipantau. Polisi berharap keadaannya segera membaik agar dapat diperiksa lebih lanjut.

"Saat ini kondisinya lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kami berharap segera dapat meminta keterangan dari pelaku," ujarnya.

INFOGRAFIS JOURNAL_Bagaimana Antisipasi dari Kejahatan Social Engineering? (Liputan6.com/Abdillah)
INFOGRAFIS JOURNAL_Bagaimana Antisipasi dari Kejahatan Social Engineering? (Liputan6.com/Abdillah)
Rekomendasi