CFD Udayana Mataram Tetap Ramai Pasca-Demo, Ternyata Begini Cara Pemkot Mataram Jamin Keamanan Warga

Meski sempat diwarnai aksi unjuk rasa besar, kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana Mataram tetap berlangsung aman dan lancar. Simak upaya Pemkot Mataram menjamin kenyamanan warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
CFD Udayana Mataram Tetap Ramai Pasca-Demo, Ternyata Begini Cara Pemkot Mataram Jamin Keamanan Warga
Meski sempat diwarnai aksi unjuk rasa besar, kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana Mataram tetap berlangsung aman dan lancar. Simak upaya Pemkot Mataram menjamin kenyamanan warga. (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan bangga mengumumkan bahwa kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana berjalan aman dan lancar. Keberhasilan ini tercapai meskipun sehari sebelumnya, pada Sabtu (30/8), kawasan tersebut menjadi lokasi aksi unjuk rasa besar-besaran.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zukarwin, menegaskan bahwa aktivitas warga dan pedagang di area CFD berlangsung normal seperti biasa. Kondisi ini menunjukkan resiliensi kota dan kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum pasca-insiden demonstrasi.

Meskipun aparat keamanan dari TNI/Polri masih berjaga ketat di depan Gedung DPRD NTB yang terbakar, hal itu tidak menyurutkan antusiasme warga. Mereka tetap berpartisipasi aktif dalam CFD, bahkan banyak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengabadikan kondisi gedung yang menjadi pusat perhatian.

Pengamanan dan Pengawasan CFD yang Konsisten

Melihat situasi di lapangan yang relatif kondusif dan terkendali, Dinas Perhubungan Kota Mataram memutuskan untuk tidak menambah jumlah personel pengawasan. Zukarwin menjelaskan bahwa jumlah petugas yang diturunkan tetap 21 orang, sesuai standar operasional prosedur.

Petugas-petugas ini ditempatkan secara strategis untuk mengamankan penutupan jalur selama kegiatan CFD berlangsung. Mereka bertugas memastikan kelancaran lalu lintas pejalan kaki dan pesepeda, serta menjaga ketertiban umum di sepanjang area CFD.

Zukarwin menambahkan bahwa fokus pengamanan ada pada jalur yang ditutup untuk CFD, tanpa ada penempatan khusus di depan gedung DPRD NTB. Ini menunjukkan kepercayaan penuh terhadap kondisi keamanan yang telah pulih di area tersebut.

Kegiatan CFD di Jalan Udayana Mataram berlangsung secara rutin setiap Minggu pagi, dimulai pukul 06.00 Wita hingga 09.00 Wita. Keberlangsungan acara ini menjadi indikator penting bahwa kehidupan kota telah kembali normal.

Pemulihan Cepat dan Pembersihan Menyeluruh Jalan Udayana

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, telah memberikan jaminan bahwa agenda mingguan CFD tetap bisa terlaksana. Komitmen ini diwujudkan melalui tindakan cepat pasca-aksi unjuk rasa.

Begitu kegiatan demonstrasi berakhir sekitar pukul 16.30 Wita, DLH segera menurunkan lebih dari 20 petugas kebersihan. Mereka langsung bekerja membersihkan Jalan Udayana, terutama area di depan Gedung DPRD NTB dan sekitarnya.

Petugas DLH melakukan pembersihan menyeluruh, meliputi trotoar, badan jalan, median jalan, serta saluran air dari berbagai jenis sampah sisa aksi. Ini termasuk sisa spanduk, botol, dan material lain yang ditinggalkan demonstran.

Dalam proses pembersihan, selain disapu, area jalan juga disemprot menggunakan mobil tangki air. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada sisa beling, paku, atau batu kecil yang dapat membahayakan pengguna jalan dan peserta CFD.

Denny Cahyadi mengakui bahwa aksi unjuk rasa tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada taman di bagian median jalan karena terinjak para demonstran. Namun, ia memastikan bahwa area taman ini akan segera ditata kembali.

Upaya pembersihan dan penataan ini dilakukan secara maksimal untuk memastikan kondisi Jalan Udayana bersih, aman, dan normal kembali. Hal ini memungkinkan kegiatan CFD dapat dilaksanakan seperti biasa, memberikan ruang publik yang nyaman bagi warga Mataram.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi