Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan mengalami tiga kali erupsi pada Jumat malam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa letusan ini memuntahkan kolom abu setinggi hingga 1.200 meter di atas puncak. Kejadian ini menegaskan kembali status Siaga Level III yang telah ditetapkan untuk gunung api tersebut, menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat sekitar.
Erupsi pertama tercatat pada pukul 20.12 WITA, dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 800 meter di atas puncak, atau sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik yang berwarna putih hingga abu-abu ini terpantau bergerak ke arah barat daya dan barat, berlangsung selama dua menit 24 detik dengan amplitudo maksimum 4.4 mm pada seismogram. Aktivitas ini menjadi penanda awal serangkaian letusan yang terjadi dalam beberapa jam berikutnya.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang dan mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak erupsi. Peringatan dini mengenai banjir lahar dingin saat hujan deras menjadi perhatian utama, terutama bagi desa-desa yang berada di aliran sungai. Penggunaan masker juga sangat disarankan untuk melindungi diri dari bahaya pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Erupsi dan Peningkatan Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki pada Jumat malam menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan serangkaian erupsi. Setelah letusan pertama, erupsi kedua terjadi pada pukul 21.58 WITA, di mana kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak, atau 2.084 meter di atas permukaan laut. Abu yang berwarna putih hingga abu-abu ini juga bergerak ke arah yang sama, berlangsung sekitar tiga menit satu detik dengan amplitudo maksimum 2.9 mm.
Puncak dari serangkaian erupsi ini terjadi pada pukul 23.38 WITA, dengan letusan ketiga yang menghasilkan kolom abu terbesar, mencapai 1.200 meter di atas puncak, atau 2.784 meter di atas permukaan laut. Abu pada letusan terakhir ini berwarna abu-abu dan juga bergerak ke arah barat daya dan barat. Letusan ini berlangsung sekitar satu menit 43 detik dengan amplitudo maksimum 11 mm, menandakan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan dua letusan sebelumnya.
Data seismogram dan pengamatan visual dari PVMBG menjadi dasar penting dalam memantau dan menganalisis setiap aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki. Informasi ini krusial untuk menentukan langkah-langkah mitigasi dan peringatan dini kepada masyarakat. Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi bahaya dari gunung berapi yang aktif ini.
Advertisement
Advertisement
Imbauan dan Kewaspadaan Bagi Warga Terdampak
Mengingat status Siaga Level III, pihak berwenang telah mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki. Warga diminta untuk tidak mendekati pusat erupsi dalam radius enam kilometer dari puncak. Zona bahaya ini ditetapkan berdasarkan potensi lontaran material vulkanik dan paparan abu yang dapat membahayakan keselamatan.
Selain itu, warga di desa-desa yang berpotensi terdampak banjir lahar dingin, seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras. Aliran lahar dingin dapat membawa material vulkanik yang berbahaya dan merusak infrastruktur serta pemukiman. Masyarakat juga disarankan untuk selalu menggunakan masker guna melindungi saluran pernapasan dari partikel abu vulkanik yang sangat halus.
Pemerintah daerah dan PVMBG terus mengawasi perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dan akan memberikan informasi terbaru secara berkala. Masyarakat diimbau untuk hanya mengacu pada informasi resmi dan menghindari penyebaran rumor yang tidak terverifikasi. Kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi sangat penting demi keselamatan bersama di tengah ancaman bencana alam ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews