Chandi 2025: Tujuh Menteri Negara Sahabat Siap Hadiri Perhelatan Budaya Internasional di Bali, Apa Saja Agendanya?

Chandi 2025, perhelatan budaya internasional yang akan digelar di Bali, siap menyambut kehadiran tujuh menteri negara sahabat. Acara ini bertujuan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke kancah dunia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Chandi 2025: Tujuh Menteri Negara Sahabat Siap Hadiri Perhelatan Budaya Internasional di Bali, Apa Saja Agendanya?
Chandi 2025, perhelatan budaya internasional yang akan digelar di Bali, siap menyambut kehadiran tujuh menteri negara sahabat. Acara ini bertujuan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke kancah dunia. (Merdeka.com)

Kementerian Kebudayaan mengumumkan bahwa perhelatan internasional Chandi 2025 akan segera digelar di Bali. Acara akbar ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 2 hingga 5 September 2025 mendatang. Gelaran ini diharapkan menjadi wadah promosi budaya Indonesia di mata dunia.

Sebanyak tujuh menteri kebudayaan dari negara sahabat telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam acara tersebut. Selain itu, sejumlah wakil menteri dan duta besar dari berbagai negara juga turut dijadwalkan hadir. Ini menunjukkan antusiasme global terhadap inisiatif budaya Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan harapannya agar Chandi 2025 dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto direncanakan akan membuka forum internasional ini pada 3 September 2025.

Delegasi Internasional dan Tujuan Utama Chandi 2025

Perhelatan Chandi 2025 menjadi sorotan utama dalam kalender kebudayaan internasional tahun depan. Tujuh menteri yang membidangi kebudayaan dari negara-negara seperti Libya, Palestina, Singapura, Suriah, Tanzania, Timor Leste, dan Zimbabwe telah memastikan partisipasi mereka. Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan pentingnya forum ini.

Tidak hanya menteri, wakil menteri dari Brunei Darussalam, Kamboja, Yordania, Iran, Thailand, Uzbekistan, dan Venezuela juga akan turut serta. Duta besar dari Armenia, Bangladesh, Belarus, Belgia, Bulgaria, Siprus, Georgia, Kenya, Laos, Mongolia, Belanda, Oman, Pakistan, Rwanda, Arab Saudi, dan Tunisia juga dijadwalkan hadir. Ini mencerminkan jangkauan luas acara Chandi 2025.

Chandi 2025 dirancang sebagai forum internasional yang membuka ruang promosi, diplomasi, dan kerja sama kebudayaan lintas negara. Tujuan utamanya adalah memperkuat hubungan antarnegara melalui pertukaran budaya. Kementerian Kebudayaan berharap acara ini dapat mengangkat citra budaya Indonesia di panggung global.

Rangkaian Acara dan Partisipasi Publik dalam Chandi 2025

Dengan tema "Culture for The Future", Chandi 2025 akan menyelenggarakan konferensi budaya tingkat internasional di berbagai lokasi di Denpasar. Sebelum acara utama, akan ada Pasar Rakyat yang digelar pada 29-30 Agustus 2025 di Kuta, Badung, dan Art Center Bali. Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk merasakan euforia Chandi 2025.

Acara utama Chandi 2025 sendiri akan dipusatkan di Sanur, Denpasar, dari tanggal 2 hingga 5 September 2025. Selain pertemuan tingkat tinggi para menteri, forum ini juga akan diisi dengan diskusi panel dan sesi pleno. Berbagai workshop interaktif juga disiapkan, seperti tari tradisional, pembuatan keris, batik, musik angklung, dan pembuatan topeng.

Untuk memperluas jangkauan dan partisipasi masyarakat, Chandi 2025 juga akan dilengkapi dengan seminar di Universitas Udayana dan Institut Seni Indonesia Bali. Pengunjung juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Desa Panglipuran dan Green School Bali. Ini menunjukkan komitmen Chandi 2025 untuk melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi