Tahukah Anda, Tradisi Unik Bakar Batu di Mamteng Jadi Simbol Syukur? Satgas Yonif 521 DY Perkuat Kebersamaan

Satgas Yonif 521 DY Bakar Batu bersama warga Mamteng, Papua Pegunungan, memperkuat persatuan. Tradisi ini bukan hanya simbol syukur, tapi juga perekat kebersamaan TNI dan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, Tradisi Unik Bakar Batu di Mamteng Jadi Simbol Syukur? Satgas Yonif 521 DY Perkuat Kebersamaan
Satgas Yonif 521 DY Bakar Batu bersama warga Mamteng, Papua Pegunungan, memperkuat persatuan. Tradisi ini bukan hanya simbol syukur, tapi juga perekat kebersamaan TNI dan masyarakat. (AntaraNews)

Satuan Tugas (Satgas) Yonif 521/DY menunjukkan komitmennya dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, tidak hanya melalui tugas militer. Mereka aktif berpartisipasi dalam tradisi adat Bakar Batu bersama warga Distrik Eragayam, Memberamo Tengah (Mamteng), Papua Pegunungan, baru-baru ini. Kehadiran prajurit TNI ini menjadi simbol nyata dari upaya memperkuat hubungan harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat lokal.

Prosesi adat Bakar Batu, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat pedalaman Papua, mendapat dukungan penuh dari Satgas Yonif 521/DY. Acara ini dilangsungkan di Distrik Eragayam, Kabupaten Mamteng, menjadi ajang bagi prajurit untuk membaur dan menghargai nilai-nilai luhur setempat. Inisiatif ini menegaskan pentingnya kearifan lokal dalam membangun kedekatan.

Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, Dansatgas Yonif 521/DY, menjelaskan bahwa tradisi Bakar Batu memiliki makna mendalam. Kegiatan ini menjadi luapan rasa syukur dan simbol kebersamaan yang diakhiri dengan menikmati hidangan bersama. Partisipasi TNI diharapkan dapat menciptakan suasana kekeluargaan dan solidaritas di tengah masyarakat.

Makna Mendalam Tradisi Bakar Batu dan Peran TNI

Tradisi Bakar Batu di Papua Pegunungan bukan sekadar ritual memasak, melainkan sebuah perwujudan dari kebersamaan dan rasa syukur yang mendalam. Dansatgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, menegaskan bahwa acara ini menjadi simbol cinta kasih yang mempererat tali persaudaraan. Hidangan yang dimasak dengan panasnya batu menjadi penutup dari rangkaian prosesi yang penuh makna.

Sebagai bagian dari tugas menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa, prajurit TNI Satgas Yonif 521/DY juga memiliki tanggung jawab untuk membaur dengan masyarakat. Mereka harus menghargai serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya setempat, terutama di wilayah penugasan seperti Papua Pegunungan. Hal ini merupakan wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kehadiran prajurit dalam tradisi Bakar Batu ini adalah bentuk dukungan terhadap masyarakat lokal dan upaya merawat budaya. Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata menekankan bahwa kegiatan semacam ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk TNI. Ini menunjukkan komitmen Satgas Yonif 521 DY Bakar Batu untuk kesejahteraan masyarakat.

Mempererat Jalinan Komunikasi dan Solidaritas

Partisipasi Satgas Yonif 521/DY dalam acara Bakar Batu menciptakan momen penting untuk kebersamaan antara prajurit dan warga Papua. Suasana kekeluargaan dan solidaritas terasa kental, memperlihatkan bahwa TNI bukan hanya hadir sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas. Interaksi langsung ini sangat berharga.

Kehadiran prajurit TNI dari Pos Eragayam dalam acara adat ini juga berfungsi sebagai sarana efektif untuk meningkatkan jalinan komunikasi. Dengan berinteraksi secara langsung dan informal, hambatan komunikasi dapat diminimalisir. Hal ini sangat mendukung terciptanya kedamaian dan stabilitas di wilayah tersebut, sesuai dengan tujuan penugasan Satgas Yonif 521 DY Bakar Batu.

Lebih lanjut, kehadiran TNI di acara Bakar Batu merupakan salah satu bentuk kedekatan yang esensial. Ini mempererat persaudaraan dan menciptakan kebersamaan yang kuat antara prajurit dengan warga di daerah penugasan. Ikatan emosional yang terjalin diharapkan dapat membangun kepercayaan dan kerja sama yang lebih baik di masa mendatang.

Apresiasi Warga dan Harapan Kebersamaan

Kepala Suku Eragayam, Larson Karoba, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada prajurit Satgas Yonif 521/DY Pos Eragayam. Ia mengapresiasi waktu dan bantuan yang telah diberikan serta kehadiran mereka dalam acara adat Bakar Batu tersebut. Partisipasi TNI sangat berarti bagi masyarakat.

Menurut Larson Karoba, kehadiran Bapak TNI dalam acara tersebut secara signifikan menambah kemeriahan suasana. Ia berharap agar kebersamaan dan keakraban yang telah terjalin baik ini dapat terus terjaga. "Terimakasih Bapak TNI dengan kehadirannya dalam acara semakin menambah kemeriahan dan semoga kebersamaan dan keakraban ini selalu terjaga baik, Tuhan memberkati ucapnya," ujar Larson Karoba.

Dukungan dan partisipasi Satgas Yonif 521 DY Bakar Batu dalam tradisi lokal ini menunjukkan pendekatan humanis TNI. Pendekatan ini tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merangkul budaya dan nilai-nilai masyarakat. Ini adalah langkah positif menuju pembangunan hubungan yang langgeng dan saling menghargai di Papua Pegunungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi