Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap tidak ada aktivitas penambangan di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Sebab, akan merusak keindahan alam dan juga ekosistem.
"Ya, saya kira kita concern ya dengan apa yang terjadi di sana, kita harapkan jangan ada satu penambangan yang bisa merusak keindahan alam dan juga ekosistem alam yang saya kira sangat indah di Raja Ampat," kata Fadli, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/6).
Advertisement
Penambangan juga Tak Ganggu Situs Sejarah
Fadli juga mengingatkan jangan sampai investasi dan aktivitas penambangan mengganggu situs-situs bersejarah.
"Selain itu juga, situs yang menurut saya sangat baik ini yang mungkin nanti harus dibicarakan, bagaimana investasi dan kegiatan-kegiatan penambangan itu jangan sampai mengganggu situs-situs bersejarah, termasuk situs yang merupakan ekosistem alam yang sudah baik terjaga selama ini," tegasnya.
Fadli mengapresiasi langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menghentikan sementara aktivitas penambangan di Raja Ampat.
Namun, dia mengungkapkan, ada sejumlah aktivitas penambangan di daerah lain yang mengancam gua-gua purba.
"Kita juga memantau di beberapa titik, di Sulawesi, di Kalimantan, ada penambangan-penambangan itu yang mengancam gua-gua purba yang di dalamnya ada lukisan-lukisan purba yang umurnya puluhan ribu tahun. Ini juga sangat membahayakan," ungkap Fadli.
Dia mengaku sudah menyampaikan masalah tersebut ke Bahlil. Kementerian Kebudayaan juga telah membuat kajian terutama gua-gua purba di Kalimantan.
"Ya, secara lisan sudah, tapi kita sedang membuat kajiannya lokasi-lokasi tempat, terutama yang di Kalimantan," pungkasnya.