Tahukah Anda? KNKT Inisiasi Pendirian Sekolah Pengemudi Profesional untuk Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginisiasi pendirian Sekolah Pengemudi Profesional untuk menekan angka kecelakaan akibat minimnya kompetensi. Akankah ini jadi solusi efektif?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? KNKT Inisiasi Pendirian Sekolah Pengemudi Profesional untuk Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginisiasi pendirian Sekolah Pengemudi Profesional untuk menekan angka kecelakaan akibat minimnya kompetensi. Akankah ini jadi solusi efektif? (Merdeka.com)

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengambil langkah strategis untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Mereka menginisiasi pendirian sekolah formal khusus bagi pengemudi angkutan barang dan penumpang. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor transportasi secara signifikan.

Ketua Subkomite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan, menyampaikan gagasan penting ini di Serang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah talkshow safety driving yang berlangsung di Rest Area KM 68A Tol Tangerang-Merak. Langkah ini muncul sebagai respons terhadap fakta bahwa sebagian besar pengemudi profesional saat ini belajar secara informal.

Wildan menyoroti bahwa ketiadaan pendidikan terstruktur menjadi akar masalah rendahnya pemahaman teknis dasar. Hal ini berdampak signifikan pada keselamatan di jalan raya, menyebabkan banyak kecelakaan. Sekolah pengemudi profesional ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dan mencetak pengemudi yang lebih kompeten.

Minimnya Kompetensi Pengemudi Akibat Pendidikan Informal

Ahmad Wildan menjelaskan bahwa mayoritas pengemudi profesional di Indonesia saat ini mendapatkan keahlian secara informal. Mereka tidak melalui lembaga pendidikan yang terstruktur dan seringkali belajar dari teman-teman di terminal. Akibatnya, banyak pengemudi yang tidak pernah mendapatkan pengetahuan dasar yang benar mengenai kendaraan dan keselamatan berkendara.

Ketiadaan pendidikan formal ini berdampak langsung pada minimnya pemahaman teknis dasar kendaraan yang krusial untuk keselamatan. Wildan mencontohkan, banyak pengemudi tidak mampu mengidentifikasi masalah pada sistem pengereman hanya dari inspeksi visual sederhana. Pengetahuan esensial ini seringkali terabaikan dalam proses belajar informal.

Pengetahuan simpel seperti membedakan penyebab adanya air atau oli di dalam tabung angin rem banyak yang tidak tahu. Padahal, jika ada air artinya filter air dryer bermasalah, dan jika ada oli berarti kompresornya rusak. Kondisi ini bisa fatal jika diabaikan, berpotensi menyebabkan kecelakaan serius di jalan raya.

Kesenjangan Materi Pendidikan dan Standar Kompetensi

Wildan menambahkan bahwa materi-materi teknis penting terkait sistem pengereman juga tidak tercakup secara memadai. Penanganan jenis rem yang berbeda, seperti full hydraulic, air-over-hydraulic, dan full air brake, merupakan pengetahuan dasar yang harus dikuasai pengemudi profesional. Namun, materi ini seringkali tidak diajarkan secara komprehensif.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) maupun materi ujian SIM saat ini belum mencakup detail teknis tersebut. Kesenjangan ini menciptakan celah besar dalam kompetensi pengemudi. Padahal, pemahaman mendalam tentang sistem kendaraan adalah kunci untuk mencegah kegagalan teknis yang bisa berujung pada kecelakaan.

Pentingnya pemahaman teknis ini tidak bisa ditawar lagi, terutama bagi pengemudi angkutan barang dan penumpang yang membawa banyak nyawa dan muatan berharga. KNKT melihat ini sebagai masalah serius yang harus segera diatasi melalui pendidikan formal yang terstruktur. Sekolah pengemudi profesional diharapkan mampu mengisi kekosongan ini.

Visi KNKT untuk Sekolah Pengemudi Profesional

Oleh karena itu, KNKT secara aktif mendorong realisasi pendirian sekolah pengemudi profesional ini. Sekolah ini akan menyasar dua kelompok utama, yaitu pengemudi pemula yang ingin memulai karier secara profesional, serta pengemudi berpengalaman yang ingin meningkatkan atau meng-upgrade keahlian mereka. Kurikulum akan dirancang untuk memenuhi standar keselamatan tertinggi.

Rencana untuk membangun sekolah ini sudah ada dan terus dimatangkan oleh KNKT. Bahkan, instruktur yang akan mengajar di sekolah tersebut pun sudah dilatih. Para instruktur ini berasal dari kalangan pengemudi senior yang berpengalaman, memastikan kualitas pengajaran yang relevan dan praktis di lapangan.

Meskipun demikian, KNKT masih menghadapi tantangan dalam merealisasikan proyek utama ini. Mereka membutuhkan dukungan pendanaan yang signifikan agar sekolah pengemudi profesional ini bisa segera beroperasi. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan generasi baru pengemudi yang profesional dan kompeten, sehingga secara signifikan mengurangi faktor kesalahan manusia sebagai penyebab utama kecelakaan di jalan raya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi