Artis Jonathan Frizzy ditetapkan sebagai tersangka kasus cairan vape berisi obat keras etomidate. Jonathan bersama dengan ketiga tersangka melakukan penyelundupan obat keras itu dari Malaysia ke Indonesia.
Lantas, apa itu Etomidate?
Etomidate adalah obat anestesi intravena yang dikenal karena kemampuannya untuk menginduksi hilangnya kesadaran dengan cepat. Obat ini umumnya digunakan dalam prosedur medis oleh tenaga medis profesional dengan dosis yang terkontrol. Sebaliknya, penggunaan tidak terkontrol tentu akan mendatangkan bahaya bagi tubuh manusia. Apa bahayanya?
Penggunaan berlebihan atau penyalahgunaan etomidate, terutama melalui inhalasi seperti pada vape, dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, bahkan berujung pada kematian.
Advertisement
Bahaya Supresi Adrenal
Etomidate dikenal dapat menghambat produksi kortisol, hormon yang sangat penting dalam mengatasi stres dan infeksi. Supresi adrenal ini menjadi sangat berbahaya, terutama bagi pasien yang mengalami infeksi berat atau sepsis.
Ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi kortisol dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam nyawa.
Advertisement
Mioklonus dan Gangguan Sistem Pernapasan
Efek samping lainnya, penggunaan etomidate dalam dosis tinggi dapat menyebabkan mioklonus, yaitu gerakan otot tak terkendali yang menyerupai kejang.
Meskipun umumnya tidak membahayakan jiwa, kondisi ini dapat mengganggu prosedur medis yang sedang berlangsung.
Selain itu, dosis berlebihan dapat mengakibatkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari pernapasan yang melambat hingga potensi henti napas.
Advertisement
Gangguan Kesadaran dan Kardiovaskular
Dampak lebih parah, etomidate juga berpotensi memengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menyebabkan gangguan kesadaran seperti pusing, kantuk, sakit kepala, kebingungan, bahkan halusinasi, dan koma.
Di sisi lain, meskipun etomidate memiliki profil hemodinamik yang baik, penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya bagi kesehatan.
Advertisement
Efek Samping Lain dan Kerusakan Jangka Panjang
Selain efek-efek di atas, penyalahgunaan etomidate dapat menyebabkan mual, muntah, nyeri perut, dan nyeri di tempat suntikan.
Pengguna juga dapat mengalami kekakuan otot, kesulitan mengendalikan gerakan tubuh, serta reaksi alergi yang serius seperti sesak napas dan pembengkakan wajah.
Dalam jangka panjang, penyalahgunaan etomidate dapat menyebabkan gangguan otak yang ireversibel dan kerusakan pada saluran pencernaan serta sistem saraf.
Advertisement
Risiko Kematian dan Pentingnya Pengawasan Medis
Dalam kasus penyalahgunaan yang parah dan tidak terkontrol, etomidate dapat menyebabkan apnea atau berhenti bernapas, yang berpotensi mengakibatkan kematian.
Oleh karena itu, sangat penting untuk diingat bahwa etomidate adalah obat keras yang hanya boleh digunakan di bawah pengawasan medis. Penggunaan tanpa resep dan bimbingan dokter dapat berakibat fatal.