Viral video dugaan pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum dokter kandungan berinisial MSF membuat sejumlah warga Garut yang pernah konsultasi angkat bicara. Di antara mereka ada yang berkomentar di sejumlah akun media social, menceritakan apa yang pernah dialaminya.
Merdeka.com sempat melakukan penelusuran sampai akhirnya bertemu dengan salah seorang suami yang pernah mengantar istrinya konsultasi dengan MSF, Fh (29). Ia mengaku pernah mengantar istrinya untuk berkonsultasi kaitan dengan MSF.
Meski tidak sempat berkomunikasi secara tatap muka dengan MSF, ia memastikan bahwa oknum dokter kandungan itu genit. Hal tersebut diketahui langsung dari cerita istrinya yang memeriksakan kandungannya.
“Jadi selesai periksa kandungan ini istri saya pas keluar dari ruangan langsung menyebut bahwa MSF ini cunihin (genit). Saya tidak awalnya tidak percaya begitu saja, namun ternyata ke depannya istrinya masih mengeluhkan hal yang sama,” kata Fh.
Ketika video dugaan pelecehan seksual yang dilakukan MSF viral, ia semakin yakin bahwa oknum dokter tersebut memang genit. Dia pun sempat mendengar cerita dari temannya kaitan dengan kejadian serupa.
Ia mengungkapkan bahwa istri temannya sempat mendapatkan perlakuan yang sama dari MSF. Perlakuan tersebut menyebabkan temannya naik pitam dan bahkan sempat mengajak MSF untuk berkelahi karena tidak menerima istrinya diperlakukan tidak sepatutnya.
“Jadi istrinya teman ini setelah diperiksa kondisi kandungannya diajak ngopi oleh dokternya. Pas bilang ke suaminya yang di luar kota, datang ke Garut dengan kesal dan sampai mengajak berkelahi ke dokternya,” ungkapnya.
Selain Fh, Gn memiliki cerita yang tidak jauh berbeda. Namun ia menduga bahwa apa yang dialami oleh istrinya itu adalah bagian dari modus yang dilakukan MSF.
Ia menceritakan bahwa kegenitan MSF sudah tampak ketika istrinya memeriksakan kandungannya. “Dan ternyata setelah memeriksakan kandungan ini MSF juga sempat mengirim pesan whatsapp dan menyebut kalau periksa lagi ke dia akan mendapat pelayanan pemeriksaan USG 4 dimensi gratis, mungkin ini modusnya,” kata Gn.
Meski mendapat tawaran seperti itu, Gn mengaku bersyukur istrinya tidak sampai ini mendapatkan perlakuan pelecehan seksual dari MSF. Itu karena istrinya hanya satu kali memeriksakan kandungannya kepada MSF lalu setelahnya melahirkan.
“Semoga apa yang terjadi ini menjadi pengingat bagi semua dan di kemudian hari tidak kembali terjadi. Semoga kedepan juga lebih banyak dokter spesialis kandungan perempuan di Garut ini,” pungkasnya.
Advertisement
Menteri HAM Turun Tangan soal Ibu Hamil Dilecehkan Dokter di Garut
Terpisah, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai telah memerintahkan anak buahnya untuk mendalami informasi terkait kasus dugaan pelecehan seksual dokter kandungan berinisial MSF terhadap pasiennya. Hal ini diduga dilakukannya di Garut, Jawa Barat.
Pendalaman ini dilakukan pihaknya karena dirinya mengaku baru mendapatkan informasi perihal kasus tersebut. Oleh karenanya, ia pun memerintahkan jajarannya untuk mendalami perkara itu.
"Ya ini informasi yang bagus untuk saya supaya saya perintahkan staf saya turun lagi dari Bandung ke Garut," kata Pigai di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Selasa (15/4).
Polisi Buru Dokter Diduga Lecehkan Pasien
Polisi melakukan pengejaran terhadap dokter kandungan yang diduga melakukan aksi pelecehan seksual terhadap pasiennya. Polisi akan meminta keterangan terhadap sosok di dalam video yang viral.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin membenarkan pihaknya saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap oknum dokter kandungan berinisial MSF.
"Tim saat ini sudah di lapangan, posisinya sedang dalam perjalanan," katanya, selasa (15/4).
Joko menjelaskan setelah video dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan MSF, pihaknya langsung melakukan pemetaan untuk melakukan penanganan. Proses itu dilakukan untuk penanganan cepat, mulai dari mengamankan terduga pelaku dan meminta keterangan dari korban.
"Sejak video ini viral, kami langsung melakukan pemetaan bersama anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Garut. Jadi kami langsung bagi tim, yang satu untuk mengejar dan mengamankan terduga pelaku lalu meminta keterangan dari korban yang ada di dalam video," jelasnya.