Trivia Kelam: Mobil Jurnalis Terbakar di Jambi, Kendaraan Liputan Ikut Jadi Sasaran Amuk Massa di Kejati

Satu unit mobil jurnalis ikut terbakar saat aksi massa di Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi. Simak kronologi lengkap insiden pembakaran mobil jurnalis ini yang mengejutkan!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia Kelam: Mobil Jurnalis Terbakar di Jambi, Kendaraan Liputan Ikut Jadi Sasaran Amuk Massa di Kejati
Satu unit mobil jurnalis ikut terbakar saat aksi massa di Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi. Simak kronologi lengkap insiden pembakaran mobil jurnalis ini yang mengejutkan! (Merdeka.com)

Insiden mengejutkan terjadi di Kota Jambi pada Sabtu dini hari, 30 Agustus. Sekelompok massa melakukan aksi anarkis di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi. Peristiwa ini mengakibatkan tiga unit mobil terbakar, termasuk satu kendaraan operasional jurnalis.

Pembakaran ini bermula saat massa berhasil merangsek masuk ke area kantor sekitar pukul 01.30 WIB. Mereka tidak hanya melempari bangunan, tetapi juga membakar kendaraan yang terparkir. Kejadian ini menimbulkan kepanikan dan kerugian materiil yang signifikan.

Jurnalis yang sedang meliput di lokasi kejadian harus berjuang menyelamatkan diri dari amukan massa. Mereka terjebak dalam situasi berbahaya sebelum akhirnya berhasil dievakuasi. Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi para pekerja media saat menjalankan tugasnya.

Kronologi Aksi Massa di Kejati Jambi

Aksi massa yang berujung anarkis ini dimulai ketika sekelompok orang berhasil menjebol pagar Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi. Mereka kemudian langsung melempari bangunan dengan batu. Situasi semakin tegang saat api mulai terlihat membumbung tinggi dari halaman kantor.

Menurut jurnalis media online Jambi, Surya Pratama, api yang terlihat sangat besar sempat membuat khawatir. Massa yang tidak puas dengan pelemparan kemudian mengarahkan amarahnya ke kendaraan yang terparkir. Tiga mobil menjadi sasaran pembakaran, salah satunya adalah mobil yang digunakan jurnalis untuk operasional liputan.

Identifikasi mobil yang terbakar meliputi satu mobil operasional jurnalis dan dua unit mobil dinas kejaksaan. Pembakaran ini terjadi begitu cepat, memperparah kondisi keamanan di sekitar lokasi. Petugas keamanan dan jurnalis yang berada di dalam gedung harus mencari cara untuk menyelamatkan diri dari situasi yang tidak terkendali.

Detik-detik Penyelamatan Jurnalis dari Amukan Massa

Saat insiden pembakaran terjadi, delapan jurnalis dan sejumlah petugas keamanan Kejati Jambi berada di dalam gedung. Mereka berusaha keras untuk menyelamatkan diri dari amukan massa yang beringas. Kondisi di luar gedung sangat tidak kondusif dengan api yang terus berkobar.

Para jurnalis akhirnya berhasil keluar dari gedung utama Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi. Mereka memanfaatkan tembok yang sedang direnovasi sebagai jalur evakuasi darurat. Ini adalah upaya putus asa untuk menghindari kontak langsung dengan massa yang marah.

Setelah berhasil keluar, mereka sempat tertahan dan bersembunyi selama kurang lebih 30 menit. Mereka menunggu kesempatan yang aman untuk benar-benar meninggalkan area berbahaya tersebut. Bantuan dari sesama rekan jurnalis akhirnya datang, memungkinkan mereka untuk dievakuasi dengan selamat.

Upaya Pemadaman dan Dampak Insiden

Setelah berhasil menyelamatkan diri, para jurnalis menerima kiriman foto dan video dari petugas yang bertahan di lantai dua kantor Kejati. Dari rekaman tersebut, mereka baru menyadari bahwa api besar yang terlihat sebelumnya berasal dari kendaraan yang terbakar. Ini mengkonfirmasi kekhawatiran awal mereka tentang skala kerusakan.

Api yang melalap tiga unit mobil tersebut akhirnya dapat dipadamkan. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jambi dikerahkan ke lokasi. Kehadiran tim pemadam kebakaran sangat krusial untuk mencegah api menyebar lebih luas ke bangunan kantor.

Insiden pembakaran ini menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Lebih dari itu, kejadian ini juga menjadi pengingat akan bahaya yang mungkin dihadapi jurnalis saat meliput peristiwa sensitif. Keamanan jurnalis harus menjadi prioritas utama dalam setiap situasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi