Anggota Komisi VI DPR RI Sadarestuwati memahami kekecewaan dan ketidakpercayaan publik akibat ulah mafia minyak mengoplos pertalite menjadi pertamax. Untuk itu, dia menilai wajar viral lelucon pertamax adalah 'Pertalite yang nggak antre'.
"Jangan disalahkan rakyat merasa ada trust issue dan marah," kata Sadarestuwati dalam keterangannya, Jumat (28/2).
Dia menilai, kasus tersebut mencerminkan kehadiran Pertamina untuk menambah penderitaan rakyat. Sehingga, pemerintah jangan menyalahkan rakyat jika tak percaya dengan Pertamina.
"Kasus ini justru memperlihatkan bahwa Pertamina hadir untuk penderitaan rakyat. Ini serba kacau dan berkebalikan," tegas Sadarestuwati.
Advertisement
DPR Panggil Pertamina
Komisi VI DPR RI akan segera memanggil Pertamina untuk segera menangani masalah Pertalite dan Pertamax dengan solusi yang clean and clear. Sebab, menurutnya, muncul dugaan kasus ini merupakan fenomena gunung es.
"Coba dihitung, ada berapa konsumen di pabrikan mobil dan bengkel mobil yang mengadu ke Komisi VI terkait urusan 'Pertalite yang nggak antre' ini. Korbannya itu masyarakat lho, jangan dianggap enteng. Saya akan minta Badan Perlindungan Konsumen ikut turun tangan biar komprehensif," papar dia.
Politikus PDIP ini berharap, proses audit dan penyelidikan kasus secara menyeluruh terhadap proses pengadaan BBM Pertamina harus benar-benar dilandasi prinsip transparansi dan tidak pandang bulu. Karena, ditengarai masih ada dugaan konflik kepentingan di dalam Pertamina.
"Rakyat tahu itu masih ada kaitannya dengan Nepotisme. Benar itu, rakyat tahu tapi mereka diam tak berani bersuara," ungkapnya.