AKBP Bintoro Dipecat dari Polri Usai Peras Anak Bos Prodia, IPW: Efek Jera Bagi Anggota

Putusan ini pun diharapkan dapat jadi percontohan kepada anggota Polri bandel lainnya dan jadi contoh ke depannya.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
AKBP Bintoro Dipecat dari Polri Usai Peras Anak Bos Prodia, IPW: Efek Jera Bagi Anggota
Kasat Reskrim Polsek Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro saat ditemui awak media di lokasi rekonstruksi, Jumat (29/12/2023). (Merdeka.com/Rahmat Baihaqi) (@ 2023 merdeka.com)

Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro dipecat dari Polri berdasarkan keputusan Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEP). Dia terbukti menyalahgunakan wewenang karena memeras anak bos Porida, Arif Nugroho (AN) pada saat menanagani kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap seorang remaja putri.

Putusan ini pun diharapkan dapat jadi percontohan kepada anggota Polri bandel lainnya dan jadi contoh ke depannya.

"Bagaimana pun juga, putusan dari KKEP itu, bertujuan sebagai efek jera bagi anggota dan juga cermin bagi 450.000 anggota Polri di Indonesia untuk tidak melakukan pelanggaran yang sama," ucap Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso dalam rillisnya, Sabtu (8/2).

Selain Bintoro, mantan anggota lainnya yang juga ikut terseret sanksi pemecatan dari Polri yaitu mantan Kanit Resmob Satreskrim Polres Jaksel AKP Zakaria dan mantan Kanit PPA Satreskrim Polres Jaksel AKP Mariana. 

Sementara penerus Bintoro, AKBP Gogo Galesung dan Kasubnit Resmob Satreskrim Polres Jaksel hanya didemosi 8 tahun, tidak boleh bertugas di penegakan hukum dan dipatsus 20 hari. 

Bentuk Ketegasan Polri

Sugeng menilai dengan adanya keputusan ini sebagai bentuk ketegasan Polri juga telah memenuhi rasa keadilan dimana para pelanggar juga diberi kesempatan melakukan banding.

Namun dengan adanya keputusan ini diharapkan dapat menjadi modal agar polri juga mengusut dugaan tindak pidananya.

"IPW juga mendorong agar proses kode etik atas para pelanggar tersebut  ditindak lanjut dengan proses Pidana , agar kepercayaan publik bahwa hukum berlaku pada semua pihak tanpa terkecuali," Sugeng menandaskan.

Rekomendasi