Kepala BGN Sebut Butuh Rp100 T jika Penerima MBG Capai 82,9 Juta: Ada yang Diefiesienkan di Pos Tertentu

Saat ini, anggaran MBG sebesar Rp71 triliun dan hanya cukup memberikan makan bergizi gratis untuk 17,5 juta penerima manfaat.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Kepala BGN Sebut Butuh Rp100 T jika Penerima MBG Capai 82,9 Juta: Ada yang Diefiesienkan di Pos Tertentu
Dua sekolah dasar di Belitung telah memulai uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat, dengan target cakupan nasional 100 persen pada tahun 2027. (© 2025 Antaranews)

Pemerintah memastikan program makan bergizi gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sepenuhnya akan dibiayai APBN. Menurut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dana CSR BUMN digunakan untuk membangun infrastruktur bagi mitra BGN.

"CSR tidak digunakan untuk makan bergizi, tapi siapkan infrastruktur yang akan jadi mitra bagi badan gizi. SPPG tetap dari kita. Dipastikan semua itu dari APBN ya," kata Dadan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1).

Saat ini, anggaran MBG sebesar Rp71 triliun dan hanya cukup memberikan makan bergizi gratis untuk 17,5 juta penerima manfaat. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menargetkan 82,9 juta anak menerima makan bergizi gratis hingga akhir 2025.

Untuk itu, pemerintah berencana menambah anggaran program MBG agar dapat menyasar 82,9 juta penerima manfaat itu. Perhitungan BGN, butuh lebih kurang Rp100 triliun untuk mencapai target 82,9 juta penerima hingga akhir 2025.

"Kalau mulai September, dikejar sejumlah itu Rp100 triliun. Tapi kalau misalnya dikejar bertahap mulai Oktober, November itu bisa kurang dari itu. Rp100 triliun kalau dari September sampai akhir tahun," kata Dadan.

Menurutnya, Prabowo telah memastikan bahwa anggaran untuk program makan bergizi gratis telah disiapkan. Dadan menyebut kemungkinan adanya efesiensi penggunaan anggaran di pos-pos tertentu demi membiaya program MBG.

"Ini masalah efisiensi penggunaan anggaran, ada hal yang bisa diefisienkan tapi detilnya itu ada di Presiden dan Menkeu yang siapkan. Kita hanya menerima info dan ketika Badan Gizi butuh anggaran, Bapak sudah siapkan enggak usah khawatir kamu kerja aja. Anggaran sudah disiapkan," ujar Dadan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan 15 juta anak-anak Indonesia telah mendapat makan bergizi gratisdi September 2025. Dia menekankan program tersebut harus menyasar semua anak-anak Indonesia pada akhir 2025.

"Untuk Januari sampai April 2025 program ini sasarannya adalah 3 juta anak. Bulan April sampai Agustus 2025 akan menuju 6 juta anak. September kita harapkan 15 juta anak. Dan akhir 2025 target kita adalah semua anak-anak Indonesia bisa dapat makan bergizi," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (22/1/2025).

Dia menyampaikan hingga kini program yang dimulai pada 6 Januari 2025 ini telah melayani 650.000 anak-anak di 31 provinsi. Prabowo menuturkan keberhasilan ini berkat kerja keras semua jajaran menteri dan pemerintah daerah.

"Terima kasih kerjasama ini. Seluruh kementerian/lembaga ikut mengamankan dan menyukseskan program ini. Kita akan bersinergi dengan pemerintah daerah, gubernur, bupati, walikota, dan seluruh perangkat daerah," ujarnya.

Prabowo mengatakan makan bergizi gratis bertujuan agar anak-anak Indonesia menjadi kuat dan cerdas. Dia optimistis kemampuan akademis anak-anak akan meningkat kedepannya.

"Ini adalah masalah strategis. Kita memperkuat masalah Indonesia. Anak-anak Indonesia harus kuat harus cerdas harus semangat harus sekolah dengan baik. Saya percaya dalam waktu yang tidak lama kita akan melihat peningkatan hasil kemampuan akademis anak-anak kita," tutur Prabowo.

Rekomendasi