Setelah mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang menanggapi isu bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disiapkan untuk Pemilu 2029. Ia membantah anggapan tersebut dan menegaskan MBG dirancang untuk intervensi gizi anak.
Pernyataan Nanik disampaikan melalui akun Facebook resminya pada Rabu (22/7/2026). Ia menyebut tujuan program adalah membentuk generasi emas dan menjaga kesehatan anak penerima manfaat.
Dari Istana, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengonfirmasi pengunduran diri Nanik karena alasan kesehatan, menurut Antara.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza.
Advertisement
Nanik Singgung Penerima Manfaat dan Pemilu 2029
Nanik menekankan mayoritas penerima manfaat MBG adalah anak balita hingga tingkat sekolah dasar. Ia meminta publik tidak mengaitkannya dengan kepentingan politik Pemilu 2029.
"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi 2029, mereka belum nyoblos. Jadi, kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029, mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima Program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita," ujar dia sebagaimana dikutip dari media sosial resmi Facebook Nanik Sudaryati Deyang di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, Program MBG digulirkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat asupan gizi anak, bukan untuk kepentingan elektoral.
Advertisement
Efek Ganda ke Petani dan Peternak
Nanik juga menyoroti dampak ekonomi dari program tersebut. Ia menyebut serapan bahan pangan oleh dapur MBG mendukung perputaran usaha petani dan peternak lokal.
Ia mencontohkan situasi saat libur sekolah selama tiga minggu, ketika layanan MBG ikut berhenti.
"Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh," lanjutnya.
Advertisement
Reformasi Singkat di BGN: Evaluasi 28 Ribu SPPG
Meski menjabat kurang dari dua bulan, Nanik menyebut telah meletakkan dasar perbaikan untuk MBG. Salah satunya adalah pergantian pejabat eselon I di lingkungan BGN.
Dirgayuza menjelaskan Nanik, dalam sekitar satu setengah bulan memimpin, membongkar berbagai persoalan dan menata sejumlah fondasi reformasi.
Beberapa langkah yang ditempuh antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang dinilai sudah jenuh.