Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil memperkirakan kaburnya bandar sabu, Usman Sulaiman dari Lapas Kelas IIB Idi, Aceh Timur, sudah direncanakan matang. Terpidana ini diduga mendapat bantuan dari orang dalam Lapas untuk kabur.
"Kaburnya terpidana bandar narkoba tersebut saya duga karena ada bantuan orang dalam Lapas," katanya kepada wartawan, Senin (5/6).
Nasir menyatakan, sangat tidak masuk akal terpidana bisa kabur tanpa bantuan petugas Lapas. Dia meminta adanya pemeriksaan intensif bekerja sama dengan lembaga terkait, agar dapat dilacak dengan siapa saja dia berkomunikasi sebelum melarikan diri serta pihak yang membantunya.
Advertisement
Pelarian terpidana 20 tahun penjara karena terbukti memiliki 26 Kg sabu-sabu itu diyakini sudah direncanakan secara matang. Nasir juga menduga ada setoran dan aliran uang kepada oknum-oknum tertentu, baik di Lapas maupun oknum di pusat, sehingga memungkinkan mulusnya pelarian bandar sabu yang juga mantan anggota DPRK Bireuen itu.
"Maka saya minta segera copot dan menonaktifkan Kepala Lapas dan KPLP serta petugas yang menjaga terpidana di rumah sakit," tegasnya.
Di samping itu, Nasir Djamil juga mendesak aparat terkait melakukan pemeriksaan terhadap dokter dan petugas kesehatan di rumah sakit Idi yang menangani Usman selama menjalani pengobatan.
Sebelumnya diberitakan, Usman Sulaiman, narapidana Lapas Kelas IIB Idi, Aceh Timur, kabur seusai menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Zubir Mahmud. Bandar sabu-sabu itu kabur lewat kamar mandi pada Sabtu (3/6) sekitar pukul 5.40 WIB.