Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Adat, Begini Skema Ditawarkan Wamen ATR

Raja Juli menyampaikan kesejahteraan yang menjadi tujuan negara didorong untuk bersifat inklusif kepada seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali kepada masyarakat adat.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Adat, Begini Skema Ditawarkan Wamen ATR
Wamen ATR Raja Juli Antoni. ©2023 Merdeka.com

Wakil Menteri ATR/BPN, Raja Juli Antoni, menjadi narasumber dalam kegiatan Pekan Gawai Dayak ke 37 yang diselenggarakan oleh Kesenian Sekretariat bersama Kesenian Dayak di Kalimantan Barat.

Dia menyampaikan kesejahteraan yang menjadi tujuan negara didorong untuk bersifat inklusif kepada seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali kepada masyarakat adat.

Raja menjelaskan UUD 1945 pasal 18 B ayat 2 telah secara tegas memberikan pengakuan dan penghormatan terhadap masyarakat hukum adat berserta hak-hak tradisionalnya. Dengan demikian, masyarakat adat harus mendapat jaminan dan perlindungan supaya tetap hidup.

“Masyarakat adat dengan alasan pembangunan tidak boleh terlindas,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/5).

Dia menerangkan, pihaknya kini sedang melakukan inventarisasi dan identifikasi tanah ulayat dan tanah komunal berkerja sama dengan Universitas Gajah Mada, Universitas Andalas, Universitas Cenderawasih, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hasanudin untuk kemudian dapat diterbitkan sertipikat komunal bagi masyarakat adat.

Sertifikat komunal tersebut memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adat supaya mereka menjadi pemiliki tanah tersebut yang diakui kepemilikannya sehingga mereka dapat memberdayakan tanah itu untuk mengembangkan ekonomi.

“Sertipikat untuk masyarakat adat ini bisa berbentuk HPL (hak pengelolaan) yang diatasnya bisa diberikan hak pakai atau hak guna bangunan,” terang politikus PSI itu.

Dengan demikian, Raja menambahkan, melalui sertipikat komunal yang diberikan, masyarakat adat tidak akan kehilangan tanah adatnya, dan pada saat bersamaan dapat menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat adat itu sendiri.

“Dengan skema ini diharapkan akan hadir keadilan yang saat ini telah lama absen. Ada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tetapi pembangunan itu memiliki manfaat yang maksimal terhadap masyarakatnya,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, Sekda Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo, serta sejumlah tokoh di Kalimantan Barat.

Rekomendasi