Polisi Berupaya Identifikasi Mayat Laki-Laki Tanpa Kelamin di Tapos

Polisi masih mendalami kasus penemuan mayat tanpa kelamin di jalan lingkar Podomoro, Tapos, Depok beberapa waktu lalu. Sejauh ini sudah tujuh orang saksi yang diperiksa polisi terkait penemuan mayat itu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Berupaya Identifikasi Mayat Laki-Laki Tanpa Kelamin di Tapos
Ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Polisi masih mendalami kasus penemuan mayat tanpa kelamin di jalan lingkar Podomoro, Tapos, Depok beberapa waktu lalu. Sejauh ini sudah tujuh orang saksi yang diperiksa polisi terkait penemuan mayat itu.

"Sudah tujuh saksi yang diperiksa, yaitu tiga orang warga dan empat buruh," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno, Senin (15/5).

Namun identitas korban belum juga diketahui. Mayat itu diketahui berjenis kelamin laki-laki, meski saat ditemukan alat vitalnya sudah tidak ada. "Dari hasil autopsi, korban adalah laki-laki. Tidak bisa disimpulkan oleh dokter ya apakah itu (alat vital) hilang karena pembusukan atau hilang disengaja," jelasnya.

Polisi masih terus menggali keterangan saksi dan barang bukti lain. Di sekitar lokasi tidak ada pemukiman, namun ada pabrik. CCTV yang ada di area pabrik juga sudah diperiksa namun tidak mengarah ke lokasi kejadian. "CCTV pabrik, tapi ngga kelihatan," ujarnya.

Yang sedang didalami saat ini adalah telepon seluler dari para saksi. Apakah ada percakapan di antara saksi dengan korban yang menyangkut kejadian tersebut. "Handphone para saksi sementara dilakukan pemeriksaan apakah ada kontak yang menyangkut kejadian atau tidak," ungkapnya.

Mayat Mr X ditemukan pada Kamis (12/5) sore oleh seorang warga yang sedang mencari rumput. Warga curiga karena mencium aroma busuk di sekitar lokasi. Saat dilihat ternyata ada sosok mayat ditutupi gedebuk pisang. Kondisinya sudah tidak utuh di bagian kepala dan leher.

"Jadi batang tenggorok, kerongkongan, tulang rawan dari gondok itu tidak ada, tidak ditemukan, sehingga dokter tidak bisa menyimpulkan apakah itu merupakan penyebab kematian, karena organ lehernya nggak ada, nggak ada sama sekali," kata Yogen.

Kondisi jasad yang tidak lagi utuh membuat tim forensik harus mencari bagian lain yang memungkinkan untuk diambil sampelnya, semisal bagian jari yang masih utuh. Sesampainya di RS Polri semalam, mayat tersebut dibersihkan dan dilakukan pengambilan sampel.

"Jadi setelah mayat kita evakuasi ke RS Polri Kramat Jati tadi malam kemudian mayat dibersihkan. Dari tim kita berusaha mengambil sampel sidik jari dari jari-jari yang masih terlihat utuh polanya untuk kita masukkan ke sistem. Karena memang beberapa jarinya sudah agak rusak, tapi tidak 100 persen, tapi kita upaya maksimal kita rekayasa digital untuk itu," pungkasnya.

Rekomendasi