Seorang satpam di Kantor Pusat MUI Jakarta bernama Chaerudin mengaku lolos dari maut, usai tembakan dari Mustofa tidak berhasil mengenai tubuhnya.
Chaerudin bercerita, saat Mustofa datang tidak ada kecurigaan akan melakukan penembakan walau gelagatnya sudah tidak sopan dengan bicara kasar.
Chaerudin melanjutkan, Mustofa tidak terima karena gagal bertemu dan malah memaksa serta mengancam untuk menghabisi nyawanya.
Chaerudin lalu menggiring Mustofa keluar gedung. Namun betapa kagetnya Chaerudin, saat Mustofa tiba-tiba mengangkat tas yang dibawanya dan memegang sebuah pistol.
Mustofa pun langsung mengarahkan kepada Chaerudin, namun beruntung tembakan meleset.