Mudik lebaran tahun 2023 telah mencatatkan sejarah sebagai mudik terbesar sepanjang masa. Kurang lebih 123 juta orang melaksanakan perjalanan mudik di momen Idulfitri tahun tahun ini.
Presiden Jokowi sempat mengucapkan rasa syukurnya atas kolaborasi kerja pemerintah dan seluruh pihak serta masyarakat. Sampai akhirnya, arus mudik tahun ini bisa dikelola dengan sebaik -baiknya.
"Sehingga puncak arus mudik tertinggi sepanjang sejarah beberapa hari yang lalu dapat kita lalui dengan baik dan lancar," kata Presiden Jokowi dalam siaran pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/4).
Lantas bagaimana kesan-kesan dari para pemudik yang jadi bagian dari 'Ritual' musiman melangsungkan mudik lebaran 2023?
Advertisement
Mudik Singkat
Hartadi (54) seorang karyawan swasta dari Jakarta Selatan pulang kampung ke Salatiga, Jawa Tengah. Mudik singkatnya untuk menghadiri acara arisan besar keluarganya tetap berjalan dengan nyaman.
"Nyaman jika sudah kumpul keluarga di kampung. Ini dadakan ada arisan tiba-tiba dikabarin, jadi mudik sendirian aja," kata Hartadi kepada merdeka.com, Rabu (26/4).
Perjalanan memakai bus dimulai dari kawasan Ampera meski sesekali macet, namun secara garis besar pelaksanaan one way san contra flow yang diterapkan petugas telah berhasil mengendalikan arus mudik lebaran.
"Perasan nyaman-nyaman aja. Sudah bagus pengaturan lalu lintasnya dengan adanya oneway dan gage. Tapi mobil memang semakin banyak aja jadi tetap macet," katanya.
Advertisement
Tak ada horor macet berjam-jam
Meskipun begitu evaluasi disampaikan Hartadi pada titik Gerbang Tol Cikampek yang jadi titik kemacetan. Kondisi itu pun diungkap pemudik lainnya, Lucky Tsany (22) yang pulang kampung dari Jakarta ke Blora, Jawa Tengah.
"Untuk tahun ini macet sedikit (di GT Cikampek) banget. Sisanya lancar jaya. dan menurut gua program pemerintah soal One Way dan Ganjil Genap bagus banget," kata Lucky.
Selama 12 jam perjalanan, Lucky merasakan perjalanannya bersama keluarga masih terasa nyaman. Karena dirinya yang sudah lama tidak mudik karena Covid-19, tak menyangka mudik tahun bisa bebas dari macet berjam-jam.
"Tahun lalu tidak mudik. 12 jam perjalanan. Tapi Nyaman banget," ucapnya.
Advertisement
Lawan Arus Mudik
Hanik, warga Jepara, Jawa Timur mudik ke Bogor, Jawa Barat untuk berkumpul bersama keluarga besarnya. Ia merasakan sensasi mudik yang tak biasa tahun ini. Karena, keluarganya melangsungkan perjalanan naik bus melawan arah arus mudik.
"Kalau nyaman ya nyaman saja, cuma karena saya mudik lawan arus jadi mau tidak mau saya lewat jalur biasa tidak bisa masuk jalur tol," kata Hanik.
Selama perjalanan menyusuri jalan arteri dengan bus, kata Hanik, keluarganya harus menghabiskan perjalanan lebih lama. Biasanya hanya membutuhkan delapan jam melalui jalan tol, namun karena harus melewati jalan non tol perjalanan menjadi 16 jam.
"Nyaman tidak nyaman sih. Nyaman karena tidak kena macet. Tidak nyamannya karena menghindari sistem one way jadi jarak tempuh lebih jauh," ujarnya.
"Catatannya lebih ke pelayanan dari armada bus sih. Soalnya kemarin fasilitas yang diberikan berkurang 1m tidak dapat jatah makan. Padahal harga tiket juga lebih mahal dari harga normal. Setidaknya kalo emang jalur yg dilewati bukan jalur biasanya, bisa kali cari alternatif rumah makan lainnya buat diajakin kerja sama," tuturnya.
Advertisement
Waktu Tempuh Lebih Singkat
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan peningkatan positif yang berhasil dicapai dalam pengamanan arus mudik lebaran 2023. Salah satunya, penurunan waktu tempuh yang lebih singkat saat H-3 Lebaran.
"Satu hal yang kita sampaikan terkait dengan arus mudik. Jadi terjadi penurunan waktu tempuh dibandingkan dengan 2022, saat ini H-3," kata kepada wartawan, Selasa (25/4).
Sigit menyebut waktu tempuh arus mudik cenderung lebih singkat mengalami penurunan antara 18-30 menit. Terhitung pada 2022 berlangsung sekitar 7 jam, sementara 2023 rata-rata 6 jam 47 menit.
"Tentunya di situasi puncak arus mudik yg meningkat, dengan pengurangan waktu tempuh yang ada, tetu ini kabar baik buat kita semua. Dan mudah-mudah ini menjadi evaluasi untuk perbaikan di tahun yang akan datang," harapnya.
Selain itu kabar baik lainnya yang disampaikan Sigit terkait dengan penurunan sekitar 13% dari jumlah kendaraan saat puncak arus balik 203 ribu kendaraan. Hal itu diharapkan bisa terus dipertahankan guna mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi.
"Jadi puncak arus balik seharusnya kita hitung tadi malam dengan nanti. Kita ikuti sampai jam 6 pagi. Untuk yang tadi malam itu berkurang 13%. Harapan kita pengumuman pemerintah (perpanjang cuti) kemarin ini berpengaruh sehingga kemudian masyarakat yang akan balik mengambil alternatif hari-hari yang lain. Di tanggal 26, 27, 28, 29," sebutnya.
Walaupun telah mengalami penurunan, Sigit tetap memerintahkan jajarannya selalu siap melayani kendaraan yang melintas saat arus balik hari ini. Dengan berbagai skema one way atau contra flow yang telah dijalankan.
"Demikian masih ada masyarakat yang tetap memilih untuk pulang sehingga tentunya kita akan melihat sampai pagi nanti. Apakah kita tetap bertahan di pergeseran 13 persen dan tentunya ini akan mengisi hari-hari lain akan kita lihat sampai dengan besok hari," katanya.