Kasus positif Covid-19 kembali meningkat usai subvarian Omicron BA.1.16 atau Arcturus masuk Indonesia. Data 18 April 2023, kasus Covid-19 bertambah lebih dari 1.300 dalam sehari. Naik tajam dibandingkan sehari sebelumnya hanya 700 kasus Covid-19.
Di tengah kenaikan kasus Covid-19, Kementerian Kesehatan mengizinkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mandiri menggunakan tes cepat antigen. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalucia berharap dengan adanya tes mandiri, deteksi kasus Covid-19 semakin cepat.
“Dengan dilakukan skrining mandiri, tentunya diharapkan akan mempercepat temuan kasus Covid-19 dan pengobatan. Diharapkan skrining mandiri dalam rangka deteksi dini Covid-19 dapat terlaksana dengan baik untuk Indonesia yang semakin sehat dan tangguh,” kata Rizka dikutip Rabu (19/4).
Tes cepat antigen mandiri merupakan metode pemeriksaan Covid-19 secara mandiri. Dalam proses pemeriksaan, masyarakat tidak memerlukan bantuan tenaga kesehatan, baik saat pengambilan spesimen hingga pembacaan hasil tes.
Menurut Rizka, masyarakat dapat membeli produk tes cepat antigen mandiri di toko alat kesehatan, apotek, dan tempat lain yang memiliki izin pendistribusian alat kesehatan. Saat membeli, masyarakat perlu memastikan produk tes cepat antigen mandiri tersebut telah memiliki izin edar.
Advertisement
Saat ini, telah tersedia dua produk tes cepat antigen mandiri yang sudah disetujui izin edarnya oleh Kemenkes. Alat tes ini memiliki kode Quick Response (QR) yang terhubung dengan aplikasi Satusehat, yakni Fastclear Q Covid-19 Ag Nasal dan Panbio COVID-19 Antigen Self-Test.
“Apabila dalam perkembangannya terdapat produk tes cepat antigen mandiri lain yang juga telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, masyarakat dapat mengakses informasinya melalui http://infoalkes.kemkes.go.id,” imbuhnya.
Kode QR berisi kode unik pada tiap produk. QR menjadi tanda pengenal produk agar mampu ditelusuri dan tidak dapat digunakan kembali.
Rizka memastikan, pemerintah akan memberikan layanan telemedisin kepada masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Karena itu, dia mengimbau masyarakat tidak ragu untuk melaporkan hasil tes cepat antigen mandiri melalui aplikasi Satusehat dengan mengunggah hasil tes. Caranya, pindai (scan) kode QR dan mengisi data yang diperlukan.
“Bila hasil tes positif, maka lakukan isolasi mandiri dan lanjutkan konsultasi melalui layanan telemedisin untuk mendapatkan pengobatan gratis. Bila hasil tes negatif, namun bergejala atau kontak erat, maka tetap lakukan karantina mandiri dan berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan,” ujar Rizka.