Lokasi Petani Dililit Piton Dikenal Sebagai Hutan Hujan, Tempat Habitat Ular

Saat ditemukan, korban tengah terlilit ular dan warga berusaha melepaskannya dengan memukuli binatang bernama latin Malayopython Reticulatus itu.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Lokasi Petani Dililit Piton Dikenal Sebagai Hutan Hujan, Tempat Habitat Ular
Potongan video warga dililit ular piton. ©2023 Merdeka.com

Seorang petani wanita, Sangadah (50), tewas akibat dililit ular piton sepanjang 6 meter. Momen penyelamatan berlangsung dramatis meski nyawa korban tak dapat diselamatkan.

Peristiwa itu terjadi di kebun karet milik korban di Desa Sukajaya, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (7/4) pagi.

Saat ditemukan, korban tengah terlilit ular dan warga berusaha melepaskannya dengan memukuli binatang bernama latin Malayopython Reticulatus itu.

Camat Bayung Lencir M Imron menyebut daerah tersebut dikenal banyak terdapat ular piton karena masih tersebar hutan hujan. Hanya saja, baru kali ini dilaporkan terjadi serangan hingga menewaskan petani.

"Baru kali ini ada kejadian itu walaupun memang tempat habitat piton," ungkap Imron, Sabtu (8/4).

Dia mengatakan, hutan hujan menjadi habitat ular itu karena terdapat sungai, kolam, dan rawa di dalamnya. Ular itu biasa hidup di tempat-tempat itu dan berkembang biak.

Karena itu, Imron mengimbau warga yang beraktivitas di kebun dan hutan lebih waspada. Terlebih saat ini curah hujan masih tinggi sehingga ular-ular itu akan keluar dari sarangnya.

"Ular ini bergantung dari ketersediaan air, makanya biasa ditemui di pinggir atau sungai," pungkasnya.

Rekomendasi