FIFA resmi membatalkan pelaksanaan drawing Piala Dunia U-20 2023 pada 31 Maret 2023, di Bali. Pembatalan tersebut memunculkan kegelisahan pecinta sepakbola Tanah Air.
Tak terkecuali Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang selama ini sudah mempersiapkan venue dan fasilitas pendukung untuk event empat tahunan itu.
Ditemui di Balai Kota Solo, Gibran mengaku belum mendapatkan instruksi terkait kelanjutan penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Ia memasrahkan keputusan ke PSSI maupun FIFA.
"Tanya PSSI dong, tanya FIFA. Nanti sajalah tunggu FIFA. Belum ada instruksi tunggu saja," kata Gibran.
Gibran meminta masyarakat menunggu berita resmi dari PSSI dan FIFA.
"Yang saya tahu kan hanya pembatalan drawing. Nanti aja lah ya," katanya.
Gibran mengaku jika persiapan Solo sebagai salah satu tuan rumah sudah matang. Seluruh venue, baik Stadion Manahan maupun 4 lapangan pendukung (Stadion Sriwedari, Kota Barat, Banyuanyar, Sriwaru) sudah selesai direnovasi.
Advertisement
Minggu depan bahkan mesin pitch stitching atau jahit rumput rekomendasi FIFA didatangkan untuk merapikan rumput Stadion Manahan.
"Persiapan matang, minggu depan sudah mendatangkan alat pitch stitching," katanya lagi.
Selain siap untuk venue utama, lanjut Gibran, Solo juga sudah siap untuk menjadi lokasi penyelenggaraan final dan penutupan.
"Sangat siap, kemarin Sabtu sudah diinspeksi. Untuk jadi tuan rumah final pun sudah sangat siap. Kita tunggu aja dari FIFA dan PSSI. Pokoknya tugas saya sudah selesai menyiapkan venue. Saya tunggu aja berita resminya seperti apa," ucapnya.
Gibran merasa kasihan kepada para pedagang yang diliburkan selama ini. Gibran juga berharap tim Persis Solo bisa kembali main di Stadion Manahan secepatnya. Karena selama direnovasi, Laskar Sambernyawa harus menjalani Liga 1 Indonesia di Sleman, meski sebagai tuan rumah.
Gibran berharap Piala Dunia U-20 tetap digelar di Indonesia khususnya Solo. Apalagi persiapan yang dilakukan sebagai salah satu tuan rumah sudah cukup lama.
"Saya pingin, ya ini bukan masalah sepak bola saja, tapi kan ada masalah perputaran roda ekonomi yang ada di Kota Solo kalau ada piala dunia, aalagi kita dapat kesempatan untuk menjadi hostnya final, ini luar biasa," katanya.