Sungai Tiba-Tiba Meluap, 2 Pekerja Bendungan Pamukkulu Meninggal dan 1 Hilang

Tiga pekerja proyek pembangunan Bendungan Pamukkulu, Takalar terseret arus sungai yang tiba-tiba meluap. Dua orang ditemukan meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Sungai Tiba-Tiba Meluap, 2 Pekerja Bendungan Pamukkulu Meninggal dan 1 Hilang
Ilustrasi operasi SAR korban hanyut. ©2020 Merdeka.com/Istimewa

Tiga pekerja proyek pembangunan Bendungan Pamukkulu, Takalar terseret arus sungai yang tiba-tiba meluap. Dua orang ditemukan meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Bidang Operasional Basarnas Sulsel Muhamad Rizal mengatakan, tiga korban yang terseret arus merupakan pekerja PT Vastorindo (subcont) yang mengerjakan proyek Bendungan Pamukkulu. Ketiganya yakni Slamet Widodo (38), Eko Prastiyo (33), dan Sukirman.

"Kejadian itu terjadi Selasa (14/3) pukul 16.00 Wita. Pada saat pekerja yang lain sedang berada di luar areal, ketiga korban ini terlambat mengevakuasi diri karena air tiba-tiba meninggi hingga akhirnya terseret arus," ujar Rizal melalui pesan WhatsApp, Rabu (15/3).

Setelah dilakukan pencarian, akhirnya ditemukan dua korban meninggal dunia yakni Selamet Mulyono dan Eko Prasetyo. Sementara satu korban lainnya masih dicari. "Identitas korban yang masih dicari atas nama Sukirman," bebernya.

Rizal memaparkan jasad Slamet Widodo ditemukan di terowongan inlet Bendungan Pamukkulu. Sementara, korban Eko Priyono ditemukan 3 kilometer (km) dari lokasi awal dilaporkan terseret arus.

"Kedua jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat," ucapnya.

Rekomendasi