Waspadai Flu Burung, KKP Awasi Penumpang Internasional di Bandara Soekarno-Hatta

Pengawasan penumpang pesawat dari luar negeri yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kembali ditingkatkan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan kasus flu burung (H5N1) pada manusia yang telah ditemukan di Kamboja.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Waspadai Flu Burung, KKP Awasi Penumpang Internasional di Bandara Soekarno-Hatta
Bandara Soekarno-Hatta. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Pengawasan penumpang pesawat dari luar negeri yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kembali ditingkatkan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan kasus flu burung (H5N1) pada manusia yang telah ditemukan di Kamboja.

"Kami melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kemungkinan infeksi H5N1 di Bandara Soekarno-Hatta, Seperti biasa, kita tetap mengaktifkan thermoscanner untuk melihat ada tidaknya gejala, mirip seperti Covid-19 yaitu suhu badan yang tinggi," ungkap Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soetta Naning Nugrahini, Rabu (8/3).

Dalam Peningkatan pengawasan terhadap penumpang penerbangan internasional itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih seksama terhadap setiap penumpang pesawat baik, dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta, yang memiliki gejala seperti demam, batuk dan sesak nafas untuk diperiksa lebih dalam ke poliklinik KKP.

"Apabila ada tanda-tanda atau gejala, orang tersebut kami bawa ke poliklinik. Nanti akan divalidasi dan kami lakukan anamnesi. Apabila hasilnya positif maka akan dikirim ke rumah sakit rujukan untuk penanganan lebih lanjut," terang dia.

Terkait peningkatan pengawasan dan kewaspadaan terhadap munculnya virus H5N1, KKP Bandara Soekarno-Hatta sudah meminta seluruh maskapai ikut meningkatkan kewaspadaannya, terutama yang melayani rute terbang di negara-negara endemi flu burung.

"Kami juga sudah mengirim surat kepada seluruh maskapai. Surat itu kami sebutkan bahwa apabila ada singgah di negara-negara Amerika, Eropa dan juga Asia agar tetap berkoordinasi dengan kami. Asia seperti di China dan Jepang yang sudah kita tahu. Kalau China dan Jepang kan baru di unggas, sedangkan sudah ada kasus (manusia) itu Kamboja. Tentunya Kamboja kan negara paling dekat dengan kita itu juga sudah kita berikan atensi kepada teman-teman untuk meningkatkan kewaspadaan lebih lanjut," terang dia.

Rekomendasi