BMKG Ungkap Daerah Rawan Gempa Multisegmen di Indonesia, Serupa Terjadi di Turk

BMKG meminta masyarakat untuk selalu waspada adanya potensi gempa multisegmen yang mungkin terjadi di Indonesia.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
BMKG Ungkap Daerah Rawan Gempa Multisegmen di Indonesia, Serupa Terjadi di Turk
gempa. bolius.dk

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami gempa yang dipicu aktivitas multisegmen sesar aktif. Daerah potensial terjadinya gempa adalah Jakarta karena berada di zona sesar Cimandiri, Jawa Barat.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan, zona sesar Cimandiri terbentang dari Pelabuhan Ratu dan Sukabumi. Di situ terdapat Segmen Cimandiri, Nyalindung-Cibeber dan Rajamandala yang arahnya ke timur laut-barat daya dan menerus ke Teluk Pelabuhan Ratu.

Zona sesar utama Cimandiri ini sangat dekat dengan jalur Sesar Citarik dan Sesar Cipamingkis yang semua merupakan jalur sesar aktif.

"Gempa kuat dapat terjadi saling picu di zona tektonik yang aktif dan kompleks semacam ini," kata Dwikorita dalam seminar nasional di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (2/3).

Tak hanya di Cimandiri, potensi gempa juga bisa terjadi di zona sesar Palu Koro, Sulawesi. Di zona ini, terdapat Segmen Palu, Saluki, Moa, dan Kuleana yang berarah selatan-utara, menerus ke Teluk Palu.

Zona segmen sesar utama Palu-Kuleana ini juga berdekatan dengan segmen Sesar Palolo A dan Palolo B yang semua merupakan segmen sesar aktif.

"Lainnya ada di zona Sesar Semangko, khususnya Kota Bandar Lampung dan Kotaagung dekat Segmen Kumering Utara, Kumering Selatan, Semangko Barat, dan Semangko Timur berarah Baratlaut-Tenggara dan menerus ke Teluk Semangko," jelas Dwikorita.

"Zona sesar utama Semangko ini dekat jalur Sesar Semangko Graben dan Sesar Ujung Kulon yang semua merupakan sesar aktif. Gempa kuat dapat terjadi dan saling picu di zona tektonik yang aktif dan kompleks seperti di Jalur Sesar Semangko di Selat Sunda ini," sambungnya.

Dwikorita menambahkan, potensi gempa kuat juga dapat terjadi di Kota Banda Aceh. Di zona ini, terdapat Segmen Aceh dan Seulimeum. Zona sesar utama itu sangat berdekatan dengan jalur sesar Pidie Jaya, Batee, Tripa, dan Peusangan yang semua merupakan jalur sesar aktif.

"Semua paparan ini bukan untuk menakuti tapi untuk edukasi. Kepala Daerah harus memperhatikan tata ruang, building code. Sekolah, rumah sakit harus aman dari gempa," tegasnya.

Lalu seperti apa kekuatan gempa bila terjadi di titik-titik itu? Dwikorita berujar dampak gempa ini bisa serupa dengan peristiwa gempa di Turki. Gempa Turki akibat patahan di darat.

"Ada dua patahan lempeng yang terjadi pada gempa Turki, yakni patahan East Anatolian yang bergerak dengan skala lebih dari 7 skala richter dan dilanjutkan beberapa jam kemudian dengan patahan lainnya di North Atatolian sehingga ada 3 gempa terjadi dalam waktu hampir bersamaan, maka daya rusaknya tinggi," papar Dwikorita.

Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat untuk selalu waspada adanya potensi gempa multisegmen yang mungkin terjadi di Indonesia.

Rekomendasi