Gibran Dapat Gelar Kebangsawanan KPH dari Pura Mangkunegaran

Gibran mengaku senang mendapatkan gelar kehormatan. Gibran mengaku tak mengerti alasan dirinya mendapat gelar KPH.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Gibran Dapat Gelar Kebangsawanan KPH dari Pura Mangkunegaran
Prosesi Gibran Dapat Gelar Kebangsawanan KPH dari Pura Mangkunegaran. ©2023 Merdeka.com

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapat gelar kebangsawanan KPH (Kanjeng Pangeran Haryo) dari Pura Mangkunegaran. Pemberian gelar ini berlangsung dalam acara Tingalan Wiyosan Jumenengan Dalem Sampeyan Ingkang Jumeneng Kanjeng Gusti Adipati Aria (KGPAA) Mangkunegara X ,ke-1, Rabu (1/3).

Putra pertama Presiden Jokowi bersama sejumlah orang lainnya yang juga mendapat gelar, diambul sumpah dan menandatangani dokumen-dokumen di hadapan KGPAA Mangkunegara X.

Suami Selvi Ananda mengaku senang mendapatkan gelar kehormatan. Gibran mengaku tak mengerti alasan dirinya mendapat gelar KPH.

"Saya menunggu perintah dari Gusti Mangkugara X. Tanya Kanjeng Gusti saja. Saya hanya mengikuti, nggih senang. Saya menunggu perintah selanjutnya saja,” ujar dia.

Gibran mengapresiasi tata kelola Pura Mangkunegara setelah dipegang oleh Mangkunegara X. Ia bahkan tak segan segan memberikan nilai sempurna untuk KGPAA Mangkunegara X.

”Bagus, bagus banget, nilainya 10 dari 10,” katanya.

Gelar kebangsawanan ebelumnya juga diberikan oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Gelar Kanjeng Pangeran Widura Nagara disematkan langsung oleh Raja Paku Buwono (PB) XIII, Senin 20 September 2021 lalu.

Acara Tingalan Wiyosan Jumenengan Dalem atau peringatan satu tahun naik tahta KGPAA Mangkunegara X, ditandai dengan tarian sakral Bedaya Anglir Mendung.

Seperti Tari Bedhaya Ketawang milik Keraton Kasunanan Surakarta, tari Bedhaya Anglir Mendung juga hanya ditarikan sekali dalam satu tahun. Yakni saat penguasa memperingati kenaikan tahta atau saat penobatan Mangkunegara.

Pada kesempatan sebelumnya, Gusti Bhre sapaan akrab Mangkunegara X mengatakan dalam acara peringatan ulang tahun naik tahta dilakukan sesuai tradisi sebelumnya.

"Acara rangkaiannya sama seperti jumenengan biasanya di Mangkunegaran. Dasarnya kita ada Bedhaya Anglir Mendung," jelasnya.

Selain tarian sakral yang dibawakan 7 orang penari, acara tingalan wiyosan jumenengan juga ada pemberian gelar kebangsawanan kepada sejumlah tokoh lainnya.

Pesta rakyat hingga kirab budaya juga digelar di Pura Mangkunegaran Solo saat acara tersebut. Kirab budaya dilakukan dengan rute pamedan keluar arah kanan/barat mengelilingi benteng kembali ke gapura utama hingga Atria, belok kanan hingga Jalan Slamet Riyadi dan kembali ke pura.

Rekomendasi