Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono bersama ajudannya Briptu Muhardi Aditya, dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu (22/2) kemarin. Keduanya dirujuk setelah sebelumnya dirawat di RS Bhayangkara Jambi usai mengalami kecelakaan helikopter bersama enam orang lainnya di Bukit Tamiai, Kerinci, pada Minggu (19/2).
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri, Brigjen Hariyanto mengatakan, Rusdi akan menjalani operasi terkait luka dideritanya. Namun Hariyanto belum menyebutkan waktu operasi tersebut.
"Iya pak RH, operasi di lokasi sendi liku," kata Hariyanto saat dihubungi merdeka.com, Kamis (23/2).
Meski akan menjalani operasi, Rusdi dipastikan dalam kondisi stabil. Mantan Karopenmas Divisi Humas Polri tersebut tidak mengalami luka serius.
"InsyaAllah enggak ada yang parah, kondisi stabil," ujar dia.
Advertisement
Kapolda Jambi Dirawat di RS Polri Setelah Dievakuasi dari Hutan Kerinci
Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono akan diterbangkan ke Jakarta hari ini. Rusdi akan mendapatkan perawatan medis lebih lanjut bersama Aide De Camp (ADC) atas luka yang mereka derita.
"Info dari Kapusdokkes, hari ini Kapolda dan ADC beliau akan diterbangkan ke Jakarta untuk mendapat perawatan medis lanjutan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dihubungi merdeka.com, Rabu (22/2).
Terpisah, Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana menyebut, Rusdi bersama ADC-nya itu akan dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, belum disebutkan kapan waktu untuk diterbangkan ke Jakarta.
"Insya Allah Pak Kapolda Jambi dan satu stafnya akan kami rujuk ke RS Polri R Said Sukanto Jakarta, untuk tindak lanjut pemeriksaan dan pengobatannya," ujar Asep.
"Menjadi atensi Pimpinan Polri," tandasnya.
Advertisement
Baharkam Investigasi Penyebab Kecelakaan Helikopter Kapolda Jambi
Baharkam Polri segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan helikopter yang membawa rombongan Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono. Heli itu mendarat darurat di Bukit Tamiai, Muara Emat, Kabupaten Kerinci, Jambi, Minggu (19/2) lalu.
"Nanti Baharkam Polri, Waka Polairud sudah menyampaikan demikian," ujar Wakil Kepala Polda Jambi Brigjen Yudawan Rosniwarso, Rabu (22/2).
Tidak hanya itu, bangkai helikopter Polri jenis Super Bell 412 SP Reg 3001 ini juga akan dievakuasi dari lokasi. "Kita rencana akan mengambil ini, mungkin minggu depan. Komponen yang berat akan diangkut dengan jalur udara," tutupnya.