Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Garut Ade Manadin memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan bus study tour SMPN 3 Garut di Purworejo, Minggu (12/2). Namun, beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Ade mengatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah begitu mendapat kabar adanya rombongan study tour SMPN 3 Garut yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Purworejo. Pihaknya pun terus mengikuti perkembangan para siswa dan guru yang ikut dalam rombongan.
"Kita terus memantau perkembangan. Tadi jam 08.07 (menerima kabar) anak-anak kita sudah berangkat pulang dalam kondisi sehat walafiat menuju Garut. Nanti pas sampai kita akan menyambut juga," kata Ade, Senin (13/2).
Ia menjelaskan bahwa seluruh guru dan siswa saat ini sudah ada dalam perjalanan menuju Garut dan tidak ada yang harus mendapatkan perawatan meski beberapa di antaranya ada yang mengalami luka.
"Secara medis sudah bisa pulang menggunakan bus lagi dari Purworejo, semua sehat selamat. Anak-anak terutama tidak ada kekurangan apa pun, Alhamdulillah," jelasnya.
Advertisement
Ade memaparkan, rombongan bus yang mengalami kecelakaan terdiri dari 54 orang siswa, 4 pembimbing, dan 4 kru bus. Bus tersebut mengalami kecelakaan saat hendak pulang ke Garut setelah melakukan Study Tour di Yogyakarta.
Sebelumnya, bus yang mengangkut rombongan siswa dan guru dari Kabupaten Garut mengalami kecelakaan di Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (12/2). Rombongan tersebut diketahui hendak pulang ke Garut setelah melakukan kegiatan di Yogyakarta.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Garut, Yudi Nurcahyadi membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. "Saya mendapat informasi dari pengurus Organda Yogyakarta terkait kecelakaan bus yang membawa rombongan dari SMPN 3 Garut di daerah Purworejo," ujarnya saat dihubungi wartawan.
Yudi menjelaskan, kecelakaan bus tersebut terjadi saat berupaya menghindari motor yang menyalip. Sopir bus terpaksa membanting setir ke kiri untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Namun rupanya aksi tersebut menjadikan bus hilang kendali hingga akhirnya terguling. Informasi yang kami terima kejadian tersebut terjadi sekitar setelah isya," jelasnya.