Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengamankan imigran gelap asal Irak, yang hendak mencari suaka ke Australia. Sebanyak 13 imigran gelap ini diamankan di Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Ariasandy menjelaskan, tiga ABK mengaku dijanjikan upah sebesar Rp50 juta per orang untuk mengantar 13 orang imigran asal Irak tersebut ke Australia.
Menurut Ariasandy, pada hari Sabtu (10/12) ketiga ABK asal Desa Papela, Kecamatan Rote Timur itu bertemu dengan tiga orang ABK asal Sulawesi, yang membawa 13 imigran asal Irak tersebut. Mereka kemudian menyerahkan perahu beserta para imigran kepada ABK asal Desa Papela.
Pada Hari Minggu (11/12), tiga ABK itu bertolak bersama para Imigran dari pulau Rote menuju Australia. Nahas, mereka ditangkap di Pulau Ahsmore (Pulau Pasir) oleh Custom Autralia.
Pihak Custom Australia kemudian memindahkan para imigran bersama ketiga ABK ke kapal kayu milik Australia bernama Rushani untuk beristirahat, dikarenakan kapal yang dipakai untuk melintasi batas negara sudah diamankan dan dibakar oleh Custom Australia.
Pada Selasa (12/12) sekitar pukul 22.00 WITA, para ABK asal Papela bersama para Imigran diberangkatkan oleh Custom Australia kembali ke perairan Indonesia dengan bahan bakar seadanya.
Advertisement
"Sebanyak 13 orang imigran yang diamankan ini tidak dapat menunjukan dokumen keimigrasian, berupa paspor maupun visa. Ini merupakan salah satu bentuk quick respons Polda NTT dalam menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum. Kami akan tangani secara profesional dan humanis," jelas Ariasandy.
Berikut identitas imigran gelap Irak yang terdampar di Rote Ndao, Mushin Hassan (Laki-laki), Ilham Haji (Perempuan), Bnyat Khdhir (Laki-laki), Mond Khdhir (Laki-laki), Abdulbaqi Abdulbaqi Hasan (Laki-Laki), Renas Gohdar Ali (Perempuan), Anahi Abdulbaqi Abdulbaqi (Perempuan), Disher Khder (Laki-laki), Rezhan Talih (Perempuan), Limas Dlsher (Perempuan), Ahmed Sdeek Omar (Laki-laki), Zherwan Hussen (Laki-laki) dan Beston Mohamd Ali (Laki-laki).
Sedangkan identitas ABK Kapal Asal Desa Papela adalah Isro Pello (nakhoda), Aris Djawa (ABK) dan Rayan Hidayat Gafur (ABK).