Survei Poltracking: BLT Jadi Program Kerja Jokowi Paling Dirasakan Manfaatnya

Di bawah BLT, ada Kartu Indonesia Sehat 9,9 persen, Pembangunan Jalan Tol/Jalan Trans 7,8 persen, Kartu Pra Kerja 7,5 persen, Kartu Indonesia Pintar 6,2 persen, Realisasi Dana Desa 2,5 persen dan Pembagian Sertifikat Tanah 2,4 persen.

Muhammad Genantan Saputra
Survei Poltracking: BLT Jadi Program Kerja Jokowi Paling Dirasakan Manfaatnya
Presiden Jokowi Bagikan BLT BBM. ©2022 Merdeka.com

Bantuan Langsung Tunai (BLT) menjadi program kerja Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang paling dirasakan manfaatnya. Dari hasil survei Poltracking pada Kamis (8/12), BLT mendapat angka sebesar 28,9 persen dibanding program lainnya.

"Bantuan Langsung Tunai 28.9 persen adalah program kerja Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang paling dirasakan manfaatnya," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda dalam paparan surveinya disiarkan secara virtual, Kamis (8/12).

Di bawah BLT, ada Kartu Indonesia Sehat 9,9 persen, Pembangunan Jalan Tol/Jalan Trans 7,8 persen, Kartu Pra Kerja 7,5 persen, Kartu Indonesia Pintar 6,2 persen, Realisasi Dana Desa 2,5 persen dan Pembagian Sertifikat Tanah 2,4 persen.

Berikutnya, Penanganan Pandemi 1,6 persen, Pembangunan Bendungan 1,0 persen, Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus 0,8 persen, Pembangunan Bandara 0,7 persen, Pembangunan Ibukota Negara 0,6 persen, Pembangunan Sirkuit Internasional 0,5 persen, dan Revitalisasi Pasar Tradisional 0,3 persen.

Selain itu, ada tiga persoalan yang mendapatkan penilaian paling positif atau dianggap paling berhasil ditangani oleh pemerintah. Pertama adalah Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan 74,0 persen, Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama 69,7 persen dan Pendidikan yang Terjangkau 69,5 persen.

Selanjutnya, Pengembangan Pariwisata 67,9 persen, Pelayanan Kesehatan yang Terjangkau 67,6 persen, Mengatasi Masalah Listrik yang Sering Padam 65,9 persen, Pertanian dan Perkebunan 65,0 persen dan Pelayanan Publik Administratif (Persuratan dan Izin) 64,9 persen.

Kemudian, Perikanan, Perairan, dan Kelautan 63,6 persen, Menciptakan Lapangan Pekerjaan 60,2 persen, Penataan Pertambangan 58,3 persen, Pemberantasan Korupsi 56,5 persen, Menurunkan Angka Pengangguran 56,1 persen, dan Mengendalikan Harga Kebutuhan Pokok 52,4 persen.

Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung pada tanggal 21-27 November 2022 Menggunakan metode multistage random sampling 1220 Responden margin of error +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Rekomendasi