Polisi Tingkatkan Kewaspadaan usai Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Polisi meningkatkan kewaspadaan di markas Polsek dan sejumlah lokasi area publik usai peristiwa bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12). Atensi khusus itu bersamaan jelang momen natal dan tahun baru.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Tingkatkan Kewaspadaan usai Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar
Kombes Polisi Ibrahim Tompo. ©2020 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Polisi meningkatkan kewaspadaan di markas Polsek dan sejumlah lokasi area publik usai peristiwa bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12). Atensi khusus itu bersamaan jelang momen natal dan tahun baru.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan saat ini tim khusus masih melakukan olah TKP sekaligus melakukan sterilisasi di lokasi kejadian.

Dia meminta masyarakat tidak cemas dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian.

"Kita bergerak cepat penanganan kasus ini kita lakukan TKP dan sterilisasi tim gegana dan atensi kepada seluruh wilayah melakukan kewaspadaan dan antisipasi di lingkungan masyarakat," ucap dia.

"Kami ingatkan kewaspadaan di polsek dan satuan masing-masing. Insya Allah akan diatensi dilakukan peningkatan pengamanan area publik," kata Ibrahim lagi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat tetap tenang menanggapi peristiwa bom bunuh diri.

"Masyarakat harap tenang, polisi sudah mengambil alih tindakan. Kalau dari saya hanya satu, masyarakat kota Bandung masyarakat Jawa Barat harap tenang, Situasi aman terkendali," ucap Ridwan Kamil.

"Saya enggak bisa statement, sudah disepakati forkopimda, Pak Kapolda yang akan statemen. Dari saya hanya disampaikan kepada masyarakat harap tenang semua aman terkendali," ucap dia.

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau masyarakat tidak menyebarkan foto korban ledakan bom atau informasi yang tidak jelas sumbernya.

"Saya berharap masyarakat tidak menyebarkan foto atau hoaks. Jangan resah dan takut seperti yang diharapkan pelaku," pungkasnya.

Rekomendasi