Pipa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yang Jebol di Garut Belum Diperbaiki

Pipa air pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) milik PT Tirta Gemah Ripah (GTR) di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang jebol, Senin (28/11), belum diperbaiki. Namun, tim dari perusahaan dilaporkan sudah meninjau lokasi itu.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Pipa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yang Jebol di Garut Belum Diperbaiki
Bangunan yang rusak akibat jebolnya pipa air pembangkit listrik di Garut. ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Pipa air pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) milik PT Tirta Gemah Ripah (GTR) di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang jebol, Senin (28/11), belum diperbaiki. Namun, tim dari perusahaan dilaporkan sudah meninjau lokasi itu.

"Kalau diperbaiki memang belum tapi sedang berproses. Kemarin tim dari PT Tirta Gemah Ripah (GTR) dan juga PLN (Perusahaan Listrik Negara) sudah datang melakukan peninjauan di lokasi kejadian," kata Kapolsek Bungbulang Iptu Usep, Rabu (30/11).

Proses peninjauan itu, kata Usep, untuk menghitung dan mencatat apa yang dibutuhkan untuk proses perbaikan. "Jadi prosesnya sudah jalan, namun untuk perbaikan langsungnya memang belum dilakukan, masih dalam perencanaan," jelasnya.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa pipa yang jebol bukan di sambungan, melainkan pada bagian tengahnya. Hasil kajian tim dari pihak PT GTR diketahui bahwa jebolnya pipa itu akibat dari pergerakan tanah di wilayah tersebut yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

"Jadi memang jebolnya bukan di sambungan, tapi jebol di bagian atas karena melilit saat terjadi pergeseran tanah seminggu sebelum kejadian. Itu hasil analisa dari tim Teknik PT GTR," ungkapnya.

Kerugian Belum Dihitung

Mengenai dampak kerusakan selain pipa yang bocor, menurutnya bangunan yang rusak hanya milik PT GTR , berupa powerhouse. Perumahan warga dipastikan tidak terpengaruh karena lokasinya cukup jauh dari perkampungan.

"Tidak ada bangunan lain yang rusak, tidak ada korban jiwa, tidak ada kerusakan lain, hanya kerusakan materi di power house di bagian atap karena kena semburan air. Lokasi pipa yang bocor juga jauh dari pemukiman warga, hampir setengah kilo karena posisinya di bantaran sungai, sehingga ketika air bocor itu langsung kembali ke Sungai Cirompang," sebutnya.

Air yang keluar dari pipa itu berlangsung selama 30 menit. "Jadi begitu bocor, langsung di tutup dari kolam penampungan yang lokasinya 3 kilometer dari tempat kejadian, sehingga yang menyembur itu sisa-sisa air yang ada di pipa setelah ditutup. Durasinya tidak terlalu lama, namun keras,” ucapnya.

Selain bocornya pipa, Usep juga menyatakan belum ada kerusakan lain yang ditimbulkan pergerakan tanah di kawasan itu. Sementara jumlah kerugian masih dalam penghitungan.

"(Kerugian) belum bisa dihitung, karena ada analisa lain. Kerugian paling besar karena tidak produksi kayaknya, kalau materi kan atapnya saja, kemudian mengganti pipa, kayaknya itu. Berarti yang paling besar kerugian itu dari tidak produktif, per hari berapa itu," pungkasnya.

Sebelumnya, pipa air pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) milik PT Tirta Gemah Ripah (GTR) di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat jebol, Senin (28/11) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa ini diduga dipicu pergerakan tanah.

Video jebolnya pipa air tersebut sempat beredar luas di aplikasi perpesanan. Dalam video tersebut, air nampak terlihat keluar menjulang tinggi di tengah-tengah area perkebunan.

Rekomendasi