Menkes: 241 Anak Menderita Gagal Ginjal, Pemicunya Senyawa Kimia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap, terdapat 241 anak yang terkena Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) di Indonesia. Kasus ini ditemukan di 22 provinsi di Indonesia.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Menkes: 241 Anak Menderita Gagal Ginjal, Pemicunya Senyawa Kimia
budi gunadi sadikin. ©2022 Merdeka.com/lydia fransisca

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap, terdapat 241 anak yang terkena Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) di Indonesia. Kasus ini ditemukan di 22 provinsi di Indonesia.

"Kita sudah mengidentifikasi ada 241 kasus gangguan ginjal akut atau AKI di 22 provinsi dengan 133 kematian atau 55 persen dari kasus," kata Budi saat konferensi pers di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/10).

Secara lebih rinci, 241 kasus ini ditemukan pada 26 anak yang berusia lebih dari 1 tahun, 153 anak berusia 1-5 tahun, 37 anak berusia 6-10 tahun, 25 anak berusia 11-18 tahun.

Kemudian, total pasien yang meninggal adalah 133 kasus.

Menkes menyebut, penyakit ini tidak berkaitan dengan Covid-19 maupun vaksinasi Covid-19.

Dia juga mengkonfirmasi penyebab AKI akibat senyawa kimia ethylene glycol, diethylene glycol dan ethylene glycol butyl ether.

"Kita tes secara patologi, ini disebabkan oleh virus atau bakteri atau disebabkan oleh parasit. Ternyata tidak. Ini disebabkan oleh senyawa kimia," jelas BGS.

Rekomendasi