Kembali ke Rumah, Rina Alami Trauma Berat Ingat Kopda Muslimin dan Senjata

Rina tidak menyangka Kopda Muslimin mempunyai rencana jahat kepadanya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kembali ke Rumah, Rina Alami Trauma Berat Ingat Kopda Muslimin dan Senjata
Istri Kopda Muslimin. Danny Adriadhi Utama

Rina Wulandari (34) istri Kopral Dua (Kopda) Muslimin masih trauma berat akibat kejadian penembakan. Penembakan itu membuatnya harus menjalani perawatan serius akibat luka tembak di perut. Rina mengaku enggan kembali ke rumah lokasi penembakan terhadap dirinya.

"Baru pertama kali datang ke rumah ini, masih takut," kata Rina di Jalan Cemara III, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Semarang.

Sampai saat ini, istri prajurit TNI AD tersebut keadaan jiwanya belum pulih akibat perbuatan suaminya. "Saya trauma melihat pelaku dan senjatanya," ujarnya.

Bahkan, dia tidak menyangka Kopda Muslimin mempunyai rencana jahat kepadanya. Namun, pihaknya mencoba menjalani dan menerima kenyataan yang telah terjadi.

"Saya tidak menyangka suami saya berbuat seperti ini, kecewa," ungkapnya.

Dalam rekonstruksi yang diperagakan pelaku, sebanyak 59 adegan membuat dia menangis. Sebab, dia melihat para tersangka berupaya merampas nyawanya ketika menjemput putrinya dari sekolah.

"Saya hanya ingin mereka dapat hukuman yang setimpal," ujarnya.

Akibat ulah sang suami, Rina harus bolak balik ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. "Saya juga harus menjalani operasi lanjutan lagi," tandasnya.

Seperti diketahui, Rina Wulandari menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal atas perintah suaminya Kopda Muslimin pada Senin (18/7) lalu.

Rina menjalani operasi besar pengangkatan peluru yang bersarang di perutnya dan perawatan intensif berbulan-bulan di rumah sakit.

Sementara Kopda Muslimin ditemukan meninggal dunia dengan dugaan bunuh diri menenggak racun di rumah orang tuanya Kabupaten Kendal.

Rekomendasi