Banjir Bandang Terjang Jembrana, Jalur Gilimanuk-Denpasar Ditutup

Banjir membawa kayu-kayu besar yang terseret arus sungai dan masih berserakan di atas jembatan.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Banjir Bandang Terjang Jembrana, Jalur Gilimanuk-Denpasar Ditutup
Banjir di Bali. ©2018 Merdeka.com

Banjir bandang menerjang jembatan Biluh Poh di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembarana, Bali. Bencana ini mengakibatkan jalur utama Gilimanuk-Denpasar, Bali tidak bisa dilewati.

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, bahwa banjir bandang terjadi pada Minggu (16/10) hingga pukul 22.00 Wita. Banjir membawa kayu-kayu besar yang terseret arus sungai dan masih berserakan di atas jembatan.

"Iya akses Gilimanuk-Denpasar tertutup di Mendoyo. Tadi malam air meluap dan tertutup sampai sekarang, karena sekarang meterial-material dibawa oleh banjir masih menutupi jembatan," kata AKBP Juliana, saat dihubungi Senin (17/10).

Pihaknya menurunkan sekitar 120 petugas gabungan mulai dari Polri, TNI, BPBD Jembarana, dan SAR Bali serta alat berat untuk membersihkan kayu-kayu di jembatan tersebut.

"Sekitar 120 personel. Kita masih proses alat berat sudah bekerja dan kita hati-hati karena kita tidak tahu jembatan itu kondisi terakhir setelah (banjir) badang," imbuhnya.

Bagi masyarakat yang akan melewati jalur tersebut supaya mencari jalur alternatif yaitu melewati jalur Singaraja, Kabupaten Buleleng, bila ingin menuju ke Pelabuhan Gilimanuk atau Denpasar.

"Sementara untuk hari ini masih ditutup, untuk menuju ke Denpasar atau ke Gilimanuk agar mencari jalur alternatif ke Singaraja untuk menuju ke Gilimanuk dan ke Denpasar," ujarnya.

"Mungkin hari ini proses pembersihan dan kemudian pengecekan dulu layak tidaknya jembatan itu untuk dilewati. Karena, kita tidak tahu bagaimana besaran terjangan air kemarin yang terjadi. Dari kasat mata, (Jembatan) tidak sampai putus," ujarnya.

Rekomendasi